Juara Olimpiade, Monica Puig Putuskan Gantung Raket

Penulis: Dian Megane
Selasa 14 Jun 2022, 20:33 WIB
Juara Olimpiade, Monica Puig umumkan pensiun dari dunia tenis

Monica Puig ketika menjuarai Olimpiade di Rio de Janeiro 2016

Ligaolahraga.com -

Berita Tenis: Juara Olimpiade Rio de Janeiro musim 2016, Monica Puig telah mengumumkan bahwa ia pensiun dari dunia tenis dengan menyebut cedera sebagai alasan utama dari keputusannya.

Melalui Instagram, petenis berkebangsaan Puerto Rico, Puig menuliskan, “Ini bukan perpisahan, tetapi sampai jumpa dalam waktu dekat.”

“Selama 28 musim terakhir dari kehidupan saya, tenis telah menjadi hal yang konstan bagi saya. Hal itu memberi saya beberapa pengalaman paling mendebarkan dan mengesankan yang pernah saya minta. Tetapi kadang-kadang, hal yang indah harus berakhir. Hari ini, saya mengumumkan pengunduran diri saya dari dunia tenis. Setelah tiga musim yang cukup berat berjuang melawan cedera dan empat operasi, tubuh saya sudah sampai batasnya.”

“Keputusan ini tidak mudah karena saya ingin mundur karena keinginan saya, tetapi kadang-kadang, hidup memiliki rencana lain dan kita harus membuka pintu-pintu baru yang mengantarkan kita menuju kemungkinan yang menyenangkan.”

“Saya juga ingin mengumumkan bahwa saya akan lebih aktif di dunia tenis sebagai anggota dari keluarga ESPN, bersama dengan cabang olahraga lain yang saya sukai! Saya juga akan menjajaki peran konsultasi untuk petenis muda, yang sedang naik daun, begitupun dengan program dan akademi.”

Petenis berkebangsaan Puerto Rico menghuni peringkat tertinggi dalam kariernya dengan menghuni peringkat 27 dunia pada musim 2016 dan memenangkan gelar satu-satunya di Strasbourg musim 2014.

Pencapaian paling menonjol dari karier petenis berkebangsaan Puerto Rico terjadi ketika ia menorehkan sejarah dengan memenangkan medali emas Olimpiade di Rio de Janeiro musim 2016. Pada usia 22 tahun, ia menjadi atlet Puerto Rico pertama yang memenangkan medali emas Olimpiade berkat perfoma memukau, termasuk memetik kemenangan atas tiga juara Grand Slam, yakni Garbine Muguruza, Petra Kvitova, dan Angelique Kerber.

“Saya selalu mengatakan bahwa tenis adalah sebuah anugerah dan kutukan,” ungkap Puig di Madrid Open bulan lalu.

“Tetapi saya pikir itu hanya periode perkembangan yang benar-benar baik bagi saya. Perkembangan, kedewasaan, memahami diri saya sendiri, memahami siapa saya sebagai individu, wanita, dan semua hal.”

“Karena ketika kini saya mengenangnya kembali, saya seperti, ‘Wah, saya begitu bodoh untuk begitu banyak hal’. Tetapi pada akhirnya, saya tidak tahu apapun yang lebih baik. Saya saat itu berusia 22 tahu dan entah dari mana dan saya tidak siap untuk semua itu.”

Cedera menghalangi karier petenis berkebangsaan Puerto Rico. Pada musim 2019, ia mengalami kerusakan saraf permanen akibat saraf terkompresi di sikunya. Lalu, ia mengalami cedera bahu yang termasuk operasi untuk robekan bisep, labrum, dan rotator cuff. Bulan lalu, ia akhirnya bisa kembali ke lapangan dan berkompetisi di Madrid Open.

Petenis berkebangsaan Puerto Rico mengakhiri perpisahan yang ia unggah melalui Instagram dengan berterima kasih kepada pihak sponsor dan pendukung.

“Mendengarkan lagu nasional kita di podium untuk kali pertama dalam sejarah dengan medali emas akan selalu menjadi kenangan paling indah dalam hidup dan karier saya. Terima kasih, tenis. Kau telah menjadi segalanya. Saya berhutang nyawa padamu. Ini untuk bab berikutnya,” tulis Puig.

Artikel Tag: Tenis, olimpiade, Monica Puig

Published by Ligaolahraga.com at https://www.ligaolahraga.com/tenis/juara-olimpiade-monica-puig-putuskan-gantung-raket
1136  
Komentar

Terima kasih. Komentar Anda sudah disimpan dan menunggu moderasi.

Nama
Email
Komentar
160 karakter tersisa

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar disini