China Catatkan Rekor di Olimpiade Musim Dingin Milan-Cortina 2026

Kontingen China melakukan parade dalam upacara penutupan Olimpiade Musim Dingin Milan-Cortina 2026. (Foto: AP)
Kontingen China menutup partisipasinya pada Olimpiade Musim Dingin 2026 di Milan-Cortina dengan torehan terbaik sepanjang sejarah keikutsertaan mereka di luar negeri.
Negeri Tirai Bambu mengoleksi lima medali emas, empat perak, dan enam perunggu, melampaui rekor sebelumnya saat meraih 5-2-4 pada Olimpiade Musim Dingin Vancouver 2010.
Keberhasilan tersebut dipastikan setelah Gu Ailing dan Li Fanghui finis satu-dua dalam nomor freeski halfpipe putri pada hari terakhir kompetisi.
Hasil itu sekaligus mengukuhkan capaian bersejarah China di ajang empat tahunan tersebut.
China mengirimkan 126 atlet ke Milan-Cortina untuk tampil di tujuh cabang olahraga dan 91 nomor pertandingan, menjadi delegasi terbesar mereka dalam Olimpiade Musim Dingin di luar negeri.
Sejumlah momen menonjol hadir dari cabang ski gaya bebas, snowboard, dan seluncur cepat.
Su Yiming, yang juga menjadi pembawa bendera saat upacara penutupan, mempersembahkan emas pertama China melalui nomor snowboard slopestyle putra tepat di hari ulang tahunnya yang ke-22.
Ia sebelumnya meraih perunggu di nomor big air dan menegaskan tekadnya untuk menghadirkan lagu kebangsaan China berkumandang di arena Olimpiade.
Di cabang seluncur cepat, Ning Zhongyan tampil impresif dengan memenangi nomor 1.500 meter putra lewat catatan waktu 1 menit 41,98 detik, sekaligus memecahkan rekor Olimpiade.
Ia mengungguli favorit asal Amerika Serikat, Jordan Stolz. Ning juga menambah dua medali perunggu dari nomor 1.000 meter dan team pursuit.
Kemenangan tersebut menjadi emas pertama dari atlet Asia di nomor 1.500 meter sejak Olimpiade Musim Dingin edisi perdana tahun 1924.
Dari nomor aerials ski gaya bebas, Xu Mengtao sukses mempertahankan gelar juara putri, sementara sang suami, Wang Xindi, menjuarai nomor putra. Mereka menjadi pasangan suami istri langka yang sama-sama meraih gelar individu pada Olimpiade yang sama.
Gu Ailing turut mencatat sejarah pribadi. Dengan tambahan emas di Milan-Cortina, ia kini mengoleksi tiga emas dan tiga perak dari dua edisi Olimpiade, menjadikannya atlet freeski dengan koleksi medali terbanyak dalam sejarah ajang tersebut.
Selain keberhasilan naik podium, China juga menunjukkan perkembangan di nomor sliding dan endurance.
Seluruh atlet skeleton putra mereka finis di delapan besar, sementara tim luge untuk pertama kalinya tampil di semua nomor pada Olimpiade luar negeri dan mencatat hasil terbaik di beberapa nomor.
Perkembangan prestasi ini sejalan dengan pertumbuhan industri olahraga musim dingin di China. Laporan industri 2025 mencatat nilai sektor es dan salju meningkat signifikan sejak 2016 dan diproyeksikan menembus satu triliun yuan pada 2025.
Warisan Olimpiade Musim Dingin Beijing 2022 juga dinilai berperan besar dalam memperluas partisipasi masyarakat, termasuk di wilayah selatan dan barat China yang sebelumnya bukan basis tradisional olahraga musim dingin.
Capaian di Milan-Cortina pun menjadi cerminan meluasnya fondasi olahraga musim dingin China, tidak hanya di level elite, tetapi juga dalam pengembangan jangka panjang di seluruh negeri.
Artikel Tag: olimpiade, olimpiade musim dingin
Published by Ligaolahraga.com at https://www.ligaolahraga.com/olahraga-lain/china-catatkan-rekor-di-olimpiade-musim-dingin-milan-cortina-2026























Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini