Aryna Sabalenka Pernah Pertimbangkan Berhenti Dari Tenis Gara-Gara Ini

Penulis: Dian Megane
Kamis 15 Jun 2023, 17:23 WIB - 1139 views
Aryna Sabalenka Pernah Pertimbangkan Mundur Dari Tenis Gara-Gara Ini

Aryna Sabalenka

Ligaolahraga.com -

Berita Tenis: Aryna Sabalenka mengungkapkan bahwa ia mempertimbangkan untuk berhenti dari tenis pada musim lalu setelah negaranya terlibat dengan perang di Ukraina.

Dalam salah satu episode dari dokumentari yang ditayangkan Netflix, Break Point, petenis peringkat 2 dunia menyatakan bahwa ia cukup kesulitan dengan kehidupan di turnamen akibat konflik yang masih berlangsung. Februari 2022, Rusia melancarkan serangan militer terhadap Ukraina. Belarusia, tempat asal sang petenis, dituduh mendukung aksi tersebut dan mengizinkan pasukan dari Rusia menjadikan negaranya sebagai markas.

Di tengah-tengah ketegangan yang mencuat di ruang ganti antar sesama petenis, juara Australian Open musim 2023 merasa ia dibenci oleh semua orang. Badan organisasi tenis menolak untuk melarang petenis berkebangsaan Belarusia maupun Rusia dari kompetisi karena menurut mereka, para petenis seharusnya tidak dihukum untuk aksi dari pemerintah mereka. Tetapi, para petenis tersebut hanya diizinkan melakoni turnamen dengan status netral dan saat ini dilarang untuk mengikuti ajang beregu yang digelar ITF.

“Saya berasal dari Belarusia, jadi, saya merasa benar-benar buruk. Itu berat. Benar-benar berat apa yang mereka hadapi. Jika saya bisa mengontrolnya, maka saya akan melakukan semua hal yang bisa saya lakukan untuk menghentikannya,” ungkap Sabalenka.

“Semua orang mulai membicarakannya, ‘Anda harus melarang semua petenis dari Rusia dan Belarusia’, dan saya pikir semua orang melihat saya dengan aneh. Saya merasa semua orang membenci saya karena negara saya.”

Di French Open musim ini, petenis berusia 25 tahun tidak menggelar dua konferensi pers terbuka bersama para jurnalis dengan alasan kesehatan mental. Keputusan tersebut ia ambil setelah laga babak kedua ketika ia ditantang oleh salah satu jurnalis tentang dukungannya terhadap presiden Belarusia, Alexander Lukashenko. Masih di turnamen yang sama, ia lalu menyatakan bahwa ia tidak mendukung tokoh politik manapun yang terlibat dengan perang.

Di insiden terpisah yang terjadi di French Open musim 2022, petenis peringkat 2 dunia membicarakan tentang menerima pesan yang kejam di media sosial. Salah satunya menuliskan, “Kau lebih baik mati dan saya harap semua keluargamu akan mati karena kanker.”

Dalam satu momen, petenis peringkat 2 dunia terdengar mengatakan kepada timnya dalam bahasa Rusia bahwa ia ingin berhenti dari tenis akibat kecaman yang ia terima.

“Jangan katakan kepada saya untuk tidak khawatir. Saya hanya tidak ingin bermain tenis lagi. Akhiri saja. Itu semua mengatakan kepada saya bahwa saya seharusnya berhenti,” seru Sabalenka kepada timnya.

Namun, ia tidak berhenti karena ayahnya yang sudah meninggal, Sergey yang meninggal tiba-tiba pada November 2019 ketika masih menginjak usia 43 tahun. Ia merupakan mantan atlet hoki es.

“Sejujurnya, saya pikir saya akan berhenti bermain tenis karena itu sangat buruk. Tetapi itu adalah mimpi kami dengan ayah saya dan saya berpikir, ‘Saya tidak bisa berhenti. Ia tidak akan menerima itu’. Lalu saya berpikir, ‘Tidak, saya harus terus melangkah, saya hanya harus’,” tukas Sabalenka.

Sejak saat itu, Sabalenka memenangkan gelar Grand Slam pertama dalam kariernya di Australian Open musim ini.

Artikel Tag: Tenis, French Open, australian open, Aryna Sabalenka

Published by Ligaolahraga.com at https://www.ligaolahraga.com/tenis/aryna-sabalenka-pernah-pertimbangkan-berhenti-dari-tenis-gara-gara-ini
1139
Komentar

Terima kasih. Komentar Anda sudah disimpan dan menunggu moderasi.

Nama
Email
Komentar
160 karakter tersisa

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar disini