Steve Emt Sukses Bangkit dari Kecelakaan hingga Tampil di Paralimpiade

Penulis: Hanif Rusli
Senin 09 Mar 2026, 03:37 WIB - 203 views
Pada Paralimpiade Milan-Cortina 2026, Steve Emt tampil di nomor ganda campuran bersama Laura Dwyer. (Foto: AP)

Pada Paralimpiade Milan-Cortina 2026, Steve Emt tampil di nomor ganda campuran bersama Laura Dwyer. (Foto: AP)

Ligaolahraga.com -

Perjalanan hidup atlet curling kursi roda Amerika Serikat Steve Emt menjadi salah satu kisah paling inspiratif di ajang Paralimpiade Musim Dingin 2026.

Emt, yang kini berusia 56 tahun, tengah menjalani penampilan ketiganya di Paralimpiade setelah melalui perjalanan panjang sejak kecelakaan mobil yang membuatnya lumpuh dari pinggang ke bawah.

Beberapa hari setelah kecelakaan tersebut, Emt terbangun dari koma di rumah sakit dan menerima kabar yang mengubah hidupnya. Dokter mengatakan ia tidak akan pernah bisa berjalan lagi.

Saat itu, Steve Emt baru setahun meninggalkan tim basket putra UConn Huskies men's basketball, tempat ia pernah bermain sebagai walk-on bersama pemain-pemain seperti Ray Allen dan Kevin Ollie.

Olahraga selalu menjadi bagian penting dalam hidupnya, sehingga kondisi tersebut membuatnya terpuruk.

Namun titik balik datang saat ia menjalani terapi di kolam rehabilitasi. Aktivitas fisik, meski terbatas, kembali membangkitkan semangatnya untuk tetap aktif.

Sejumlah anggota tim basket kursi roda lokal bahkan datang ke rumah sakit untuk mengajaknya bergabung.

Emt kemudian mencoba berbagai olahraga seperti baseball, tenis, hingga balap kursi roda, tetapi belum menemukan cabang yang benar-benar cocok.

Perubahan besar terjadi pada 2013 ketika ia bertemu pelatih curling Paralimpiade AS, Tony Colacchio, di Cape Cod.

Colacchio tertarik setelah melihat Emt mendorong kursi rodanya menanjak dan mengatakan bahwa dengan postur tubuhnya, ia bisa menjadi atlet Olimpiade dalam waktu satu tahun.

Emt yang saat itu bahkan belum memahami olahraga curling akhirnya mencoba bermain di Cape Cod Curling Club. Ia langsung jatuh cinta pada olahraga tersebut.

Wheelchair curling sendiri pertama kali dipertandingkan di Paralimpiade pada 2006. Berbeda dengan curling tradisional, tidak ada aktivitas menyapu es sehingga akurasi lemparan batu menjadi kunci utama.

Steve Emt berlatih keras, bahkan setiap akhir pekan menempuh perjalanan dari Manchester, Connecticut, ke Cape Cod untuk berlatih. Dedikasi tersebut membuahkan hasil ketika ia masuk tim nasional pada 2014.

Empat tahun kemudian ia tampil di Paralimpiade untuk pertama kalinya, dan sejak itu menjadi salah satu atlet curling Paralimpiade paling berprestasi dalam sejarah Amerika Serikat dengan koleksi 10 gelar nasional.

Pada Paralimpiade Milan-Cortina 2026, Emt tampil di nomor ganda campuran bersama Laura Dwyer. Cabang ini merupakan nomor baru dalam program Paralimpiade.

Duet Emt dan Dwyer memulai turnamen dengan kemenangan atas pasangan Latvia, Polina Rozkova dan Agris Lasmans, yang merupakan juara dunia 2023.

Melalui berbagai tantangan hidup, Emt kini tidak hanya dikenal sebagai atlet, tetapi juga sebagai guru, penulis memoar, dan pembicara motivasi yang sering berbagi kisah hidupnya di berbagai sekolah.

Bagi Steve Emt, kesempatan mengenakan seragam Amerika Serikat dan tampil di panggung Paralimpiade menjadi sesuatu yang sangat berharga.

Published by Ligaolahraga.com at https://www.ligaolahraga.com/olahraga-lain/steve-emt-sukses-bangkit-dari-kecelakaan-hingga-tampil-di-paralimpiade
203
Komentar

Terima kasih. Komentar Anda sudah disimpan dan menunggu moderasi.

Nama
Email
Komentar
160 karakter tersisa

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar disini