New York Mets Telan 11 Kekalahan Berturut-Turut, Terpanjang Sejak 2004

Ini menjadi rekor kekalahan beruntun terpanjang New York Mets pada bulan April sepanjang sejarah klub, sekaligus laju tercepat mereka mencapai 15 kekalahan sejak 1983. (Foto: AP)
New York Mets terus terpuruk setelah mencatat kekalahan ke-11 secara beruntun usai takluk 1-2 dari Chicago Cubs dalam 10 inning, Minggu (19/4) waktu setempat.
Rentetan ini menjadi yang terpanjang bagi Mets sejak 2004.
Kekalahan terbaru terjadi setelah closer Devin Williams gagal mempertahankan keunggulan pada inning kesembilan.
Pukulan RBI double dari Michael Conforto menyamakan kedudukan untuk Cubs sebelum Nico Hoerner memastikan kemenangan lewat sacrifice fly di inning ke-10.
Manajer Mets, Carlos Mendoza, mengakui situasi timnya semakin sulit.
“Sebelas kekalahan itu jumlah yang besar, kapan pun terjadi. Tidak ada yang akan merasa kasihan kepada kami. Kami harus menemukan cara,” ujarnya.
Shortstop andalan Francisco Lindor memperkirakan tekanan dari luar tim akan semakin meningkat.
“Ini akan menjadi sangat ramai. Semua orang tahu itu. Kami harus tetap bersatu dan terus berjuang,” katanya.
Ini juga menjadi rekor kekalahan beruntun terpanjang Mets pada bulan April sepanjang sejarah klub, sekaligus laju tercepat mereka mencapai 15 kekalahan sejak 1983.
Selama periode negatif ini, Mets kalah agregat 19-62 dan hanya mencatat rata-rata pukulan .145 dalam situasi runner di posisi mencetak angka. Dalam laga terakhir melawan Cubs, mereka bahkan gagal mencetak hit dalam sembilan kesempatan dengan pelari di posisi tersebut.
“Kami tidak banyak memukul bola dengan baik hari ini. Kami harus meningkatkan kualitas pukulan,” kata Mendoza.
Padahal, New York Mets memulai musim dengan ambisi besar menembus World Series.
Dengan payroll mencapai 352,2 juta dolar AS—tertinggi di liga—tim yang diperkuat Lindor dan Juan Soto sempat mencatat awal menjanjikan dengan rekor 7-4.
Namun, cedera betis kanan yang dialami Soto pada awal April menjadi salah satu pukulan bagi tim.
Ia diperkirakan kembali dalam homestand mendatang saat Mets menghadapi Minnesota Twins.
Mets kini menjadi tim pertama yang menelan 11 kekalahan beruntun pada bulan April sejak Cincinnati Reds pada 2022.
Secara historis, hanya sedikit tim yang mampu bangkit dari tren negatif seperti ini untuk mencapai postseason.
Meski tekanan meningkat, Lindor tetap memberikan dukungan penuh kepada Mendoza.
“Dia pemimpin kami. Kami yang harus mengeksekusi di lapangan. Tidak adil menyalahkan semuanya pada dia,” tegasnya.
New York Mets akan mencoba menghentikan tren buruk ini saat kembali bermain di kandang dalam beberapa hari ke depan.
Artikel Tag: mlb, new york mets, juan soto
Published by Ligaolahraga.com at https://www.ligaolahraga.com/olahraga-lain/new-york-mets-telan-11-kekalahan-berturut-turut-terpanjang-sejak-2004

























Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini