Marco Odermatt Menang Tipis di Super-G Terakhir Jelang Olimpiade

Penulis: Hanif Rusli
Sabtu 24 Jan 2026, 12:26 WIB - 114 views
Marco Odermatt mencatatkan waktu terbaik dan hanya unggul 0,03 detik atas rekan setimnya, Franjo von Allmen. (Foto: AP)

Marco Odermatt mencatatkan waktu terbaik dan hanya unggul 0,03 detik atas rekan setimnya, Franjo von Allmen. (Foto: AP)

Ligaolahraga.com -

Juara dunia Marco Odermatt kembali menegaskan statusnya sebagai kandidat utama peraih emas Olimpiade nomor super-G setelah meraih kemenangan tipis pada seri Piala Dunia di Kitzbuhel, Austria, Jumat (23/1).

Balapan ini menjadi ajang super-G terakhir sebelum Olimpiade Musim Dingin Milano–Cortina 2026.

Pebalap asal Swiss itu tampil impresif dalam kondisi cuaca cerah dan lintasan ideal di Hahnenkamm, meski harus bersaing ketat hingga garis akhir.

Marco Odermatt mencatatkan waktu terbaik dan hanya unggul 0,03 detik atas rekan setimnya, Franjo von Allmen, dalam duel sesama Swiss yang menegangkan.

“Balapannya sangat ketat, jadi saya puas bisa menang,” kata Odermatt kepada televisi Austria.

Ia mengakui sempat kehilangan racing line di bagian tengah lintasan dan terkejut masih mampu finis di posisi pertama.

Seusai lomba, Marco Odermatt bahkan memberi isyarat dengan tangannya untuk menunjukkan betapa tipisnya selisih waktu tersebut, sambil menunjuk ke arah von Allmen di kursi pemimpin.

Kemenangan ini membuat Odermatt menjadi satu-satunya atlet yang meraih lebih dari satu kemenangan super-G musim ini, setelah lima seri sebelumnya dimenangkan oleh lima atlet berbeda.

Ia juga memperlebar keunggulannya di klasemen super-G atas pesaing terdekatnya, Vincent Kriechmayr, dengan selisih 158 poin dan menyisakan tiga balapan setelah Olimpiade.

Bagi Marco Odermatt, kemenangan ini terasa istimewa.

Empat tahun lalu, ia gagal menyelesaikan lomba super-G Olimpiade Beijing, meski kemudian menebusnya dengan emas di nomor slalom raksasa.

Di Kitzbühel sendiri, ia kini mencatatkan kemenangan super-G kedua, meski masih memburu kemenangan downhill pertamanya di lintasan ikonik Streif.

Von Allmen, yang akan tampil di Olimpiade pertamanya bulan depan, mengaku sempat kecewa. Namun ia memilih realistis.

“Saya pergi tidur dengan pikiran ingin emas, tapi ini Marco, sesama atlet Swiss, dan selisihnya hanya sepersekian detik,” ujarnya.

Di belakang duo Swiss, atlet Austria Stefan Babinsky dan Raphael Haaser finis ketiga dan keempat.

Kemenangan ini juga membawa Odermatt semakin dekat dengan legenda-legenda ski dunia, baik dalam jumlah kemenangan super-G maupun total kemenangan Piala Dunia, menambah momentumnya menjelang Olimpiade Milano–Cortina.

Artikel Tag: olimpiade, Olimpiade Musim Dingin, Milano Cortina 2026

Published by Ligaolahraga.com at https://www.ligaolahraga.com/olahraga-lain/marco-odermatt-menang-tipis-di-super-g-terakhir-jelang-olimpiade
114
Komentar

Terima kasih. Komentar Anda sudah disimpan dan menunggu moderasi.

Nama
Email
Komentar
160 karakter tersisa

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar disini