Korea Selatan Raih Emas ke-7 Estafet Putri di Olimpiade Milan-Cortina

Keberhasilan Choi Min-jeong dan kawan-kawan menegaskan dominasi tradisional Korea Selatan di nomor estafet putri Olimpiade Musim Dingin. (Foto: AP)
Korea Selatan merebut gelar ketujuh nomor estafet 3.000 meter putri cabang short track pada ajang Olimpiade Musim Dingin 2026, Rabu (18/2), sekaligus mengamankan medali emas pertama mereka di Milan.
Tim yang diperkuat Choi Min-jeong, Kim Gil-li, Shim Suk-hee, dan Noh Do-hee finis terdepan dengan catatan waktu 4 menit 4,014 detik.
Mereka unggul atas Italia yang meraih perak dan Kanada yang membawa pulang perunggu.
Lee So-yeon yang tampil pada babak semifinal sebagai atlet cadangan juga tercatat menerima medali emas.
Keberhasilan ini menegaskan dominasi tradisional Korea Selatan di nomor estafet putri.
Dari 10 edisi Olimpiade yang mempertandingkan nomor ini, Korea kini telah mengoleksi tujuh emas, termasuk pada 1994, 1998, 2002, 2006, 2014, 2018, dan kini 2026.
Pada edisi Beijing 2022, mereka meraih medali perak.
Balapan berlangsung dramatis. Titik balik terjadi saat seorang atlet Belanda terjatuh dengan 16 lap tersisa ketika berada di posisi kedua.
Choi yang berada tepat di belakangnya nyaris ikut terjatuh, namun mampu menjaga keseimbangan.
Insiden tersebut sempat memperlambat laju Korea, tetapi mereka berhasil bangkit di lap-lap akhir.
Dengan lima lap tersisa, Korea mulai mengejar ketertinggalan. Shim mendorong Choi untuk menyalip Kanada dan naik ke posisi kedua.
Pada dua lap terakhir, Kim memperlihatkan akselerasi impresif dengan menyalip Italia di lintasan lurus sebelum mempertahankan keunggulan hingga garis finis.
Kecepatan Kim membuatnya dijuluki “Lambor-Gilli”.
“Saya benar-benar tidak ingat banyak. Saya hanya melaju dengan fokus ke depan,” ujar Kim seusai lomba.
Choi menambahkan bahwa momen saat hampir terjatuh menjadi pengalaman menegangkan, namun ia bertekad tetap bertahan demi tim.
Bagi Italia, medali perak ini memiliki arti historis.
Arianna Fontana mengoleksi medali Olimpiade ke-14 sepanjang kariernya, menjadikannya atlet Italia dengan raihan medali terbanyak sepanjang sejarah, melampaui Edoardo Mangiarotti.
Fontana juga menyamai torehan legenda Norwegia Ole Einar Bjorndalen sebagai atlet Olimpiade Musim Dingin dengan medali terbanyak kedua, hanya terpaut satu dari rekor Marit Bjorgen (15).
Kanada memastikan perunggu dan menambah koleksi podium mereka di Milan.
Sementara itu, Belanda harus puas di posisi keempat setelah insiden jatuh menggagalkan peluang mempertahankan dominasi mereka.
Emas ini menjadi momentum kebangkitan Korea Selatan setelah sebelumnya hanya meraih satu perak dan satu perunggu di nomor individu short track.
Kini, tradisi kuat mereka di nomor estafet kembali terbukti di panggung Olimpiade.
Artikel Tag: olimpiade, olimpiade musim dingin
Published by Ligaolahraga.com at https://www.ligaolahraga.com/olahraga-lain/korea-selatan-raih-emas-ke-7-estafet-putri-di-olimpiade-milan-cortina
























Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini