China Akhirnya Pecahkan Kebuntuan Medali Emas di Olimpiade Milan-Cortina

Penulis: Hanif Rusli
Kamis 19 Feb 2026, 22:56 WIB - 81 views
Su Yiming melakukan selebrasi sambil mengibarkan bendera China setelah memenangi nomor slopestyle putra di Olimpiade Milan-Cortina. (Foto: AP)

Su Yiming melakukan selebrasi sambil mengibarkan bendera China setelah memenangi nomor slopestyle putra di Olimpiade Milan-Cortina. (Foto: AP)

Ligaolahraga.com -

Kontingen China akhirnya memecah kebuntuan medali emas di Olimpiade Musim Dingin Milan-Cortina setelah meraih dua emas hanya dalam rentang 80 menit di venue alpine Livigno, Rabu (18/2) waktu setempat.

Setelah 11 hari kompetisi tanpa emas sejak upacara pembukaan 6 pada Februari, China bangkit lewat penampilan gemilang Su Yiming di nomor snowboard slopestyle putra dan Xu Mengtao di nomor freestyle skiing aerials putri.

Cuaca ekstrem berupa hujan salju lebat dan angin kencang sempat mengacaukan jadwal pertandingan di Livigno selama beberapa hari.

Sejumlah sesi latihan dipadatkan, babak kualifikasi dimajukan, bahkan muncul kemungkinan hasil ditentukan dari peringkat sebelumnya jika kondisi tak membaik.

Di tengah ketidakpastian itu, Su Yiming membuka jalan kebangkitan.

Atlet kelahiran 2004 tersebut sebelumnya difavoritkan di nomor big air setelah tampil dominan di seri Piala Dunia musim ini.

Namun di final Olimpiade pada 7 Februari, sentuhan tangan kecil dalam dua lompatan membuat nilainya terpangkas dan ia harus puas dengan perunggu.

Pada nomor slopestyle, tantangan berbeda menanti. Penyesuaian babak kualifikasi membuat Su memulai final dari posisi kedelapan.

Dalam lintasan yang menuntut ritme presisi dari rail ke lompatan, kesalahan sekecil apa pun bisa berakibat fatal.

Saat lomba kembali digelar setelah cuaca membaik, Su langsung tampil agresif dengan tingkat kesulitan tinggi.

Ia mencatatkan 82,41 poin pada run pertama, memimpin klasemen dan tak pernah tergeser hingga akhir lomba.

Jika emas Su memecah kebuntuan, Xu Mengtao memastikan momentum berlanjut.

Akibat gangguan cuaca, babak kualifikasi dan final nomor aerials putri digelar dalam satu hari yang sama, meningkatkan tekanan fisik dan mental.

Dalam super final, atlet 35 tahun itu mengeksekusi lompatan andalannya, back full-full-full, dengan sempurna. Ia mengemas 112,90 poin dan mengunci emas kedua bagi China di Livigno.

Dua emas tersebut juga mencerminkan pertemuan dua generasi. Su, yang lahir pada 2004, kembali ke panggung tertinggi setelah melalui periode sulit pasca kejayaan di Beijing 2022.

Ia mengakui sempat kehilangan motivasi dan dibayangi cedera sebelum membangun kembali performanya lewat sirkuit Piala Dunia.

Sementara Xu menjalani perjalanan panjang sejak debut Olimpiade Vancouver 2010.

Ia meraih perak di Sochi 2014, mengalami cedera ligamen lutut menjelang PyeongChang 2018, hingga akhirnya merebut emas di Beijing 2022.

Livigno menjadi Olimpiade kelimanya dan kembali menghadirkan puncak prestasi.

Kesuksesan ini juga menandai kedalaman skuad China yang semakin berkembang. Di nomor snowboard, Su kini didampingi atlet lain seperti Yang Wenlong dan Ge Chunyu.

Di cabang lain, seperti speed skating dan luge, China juga mencatat hasil terbaik dalam sejarah partisipasi luar negerinya.

Kontingen China di Milan-Cortina berjumlah 126 atlet yang tampil di tujuh cabang olahraga dan 91 nomor pertandingan, menjadi partisipasi terbesar mereka di Olimpiade Musim Dingin luar negeri.

Dua emas di Livigno tak hanya mengubah arah perolehan medali, tetapi juga menegaskan fondasi olahraga musim dingin China yang semakin luas dan kompetitif.

Artikel Tag: olimpiade, olimpiade musim dingin

Published by Ligaolahraga.com at https://www.ligaolahraga.com/olahraga-lain/china-akhirnya-pecahkan-kebuntuan-medali-emas-di-olimpiade-milan-cortina
81
Komentar

Terima kasih. Komentar Anda sudah disimpan dan menunggu moderasi.

Nama
Email
Komentar
160 karakter tersisa

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar disini