Gu Ailing Ungkap Wafatnya Nenek Usai Raih Emas Halfpipe di Milan Cortina

Gu Ailing menitikkan airmata dalam konferensi pers (kiri) dan berpose bersama sang nenek, Guozhen Feng. (Foto: AP)
Bintang freeski China, Gu Ailing, mengungkap kabar duka beberapa saat setelah mempertahankan medali emas nomor halfpipe putri di Olimpiade Musim Dingin Milano-Cortina 2026, Minggu (22/2).
Atlet 22 tahun itu mengatakan baru mengetahui neneknya meninggal dunia tak lama setelah memastikan gelar juara.
Gu menyampaikan kabar tersebut saat konferensi pers usai lomba di Livigno Snow Park.
Ia sempat meminta maaf karena datang terlambat sebelum menjelaskan situasi yang dialaminya di balik layar perayaan kemenangan.
“Saya terlambat karena baru mengetahui nenek saya meninggal dunia,” ujar Gu dengan suara bergetar. “Dia adalah bagian besar dalam hidup saya sejak kecil dan seseorang yang sangat saya kagumi.”
Beberapa jam sebelumnya, Gu mencatat skor 94,75 pada run terakhir untuk memastikan emas halfpipe.
Hasil itu melengkapi dua medali perak yang telah ia raih di nomor slopestyle dan big air pada Olimpiade yang sama.
Dengan demikian, ia mengoleksi enam medali dari dua edisi Olimpiade dan menjadi freeski paling berprestasi dalam sejarah ajang tersebut.
Namun di balik pencapaian itu, Gu Ailing menyimpan duka mendalam.
Ia menyebut neneknya, Guozhen Feng, sebagai sosok kuat yang mengajarkannya arti keberanian dan keteguhan hati.
“Terakhir kali saya bertemu dengannya sebelum berangkat ke Olimpiade, kondisinya sudah sangat sakit. Saya tahu kemungkinan itu ada,” kata Gu. “Saya tidak berjanji akan menang, tetapi saya berjanji akan berani seperti dirinya.”
Janji tersebut, menurut Gu, menjadi pegangan sepanjang Olimpiade.
Ia harus tampil di tiga nomor berbeda dengan total enam kali kesempatan meluncur di babak final, sebuah tantangan fisik dan mental yang diibaratkannya seperti “maraton dengan kecepatan lari 100 meter”.
Gu Ailing lahir di Amerika Serikat namun memilih membela China, tanah kelahiran ibunya.
Sepanjang dua Olimpiade yang diikutinya, ia kerap menghadapi pertanyaan terkait pilihan kewarganegaraannya.
Meski demikian, ia menegaskan fokusnya tetap pada olahraga dan dampak positif yang ingin ia berikan.
Ia menilai keberhasilannya turut membantu perkembangan olahraga salju di China. Menurutnya, semakin banyak generasi muda, khususnya perempuan, yang kini terinspirasi mencoba olahraga musim dingin.
Di tengah suasana haru, Gu tetap menyempatkan diri menyapa penggemar yang memenuhi tribun dan berfoto bersama mereka.
Air mata sempat mengalir ketika ia mengenang peran sang nenek dalam perjalanan kariernya.
“Saya sangat terinspirasi olehnya. Dia selalu berani menghadapi hidup,” ujar Gu. “Saya senang bisa menepati janji itu dan semoga membuatnya bangga.”
Kemenangan di Milano-Cortina bukan sekadar catatan sejarah baru bagi Gu Ailing, melainkan juga penghormatan pribadi untuk sosok yang membentuk karakter dan mental juaranya.
Artikel Tag: olimpiade musim dingin, milano cortina 2026
Published by Ligaolahraga.com at https://www.ligaolahraga.com/olahraga-lain/gu-ailing-ungkap-wafatnya-nenek-usai-raih-emas-halfpipe-di-milan-cortina
























Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini