Ahli Es Prancis Pastikan Kualitas Lapangan Selama Olimpiade Milano-Cortina

Seiring berlangsungnya cabang figure skating dan short track speed skating di Olimpiade Musim Dingin 2026, beberapa atlet menyuarakan kekhawatiran mengenai kondisi es. (Foto: AP)
Meski menerima beragam tanggapan dari para atlet, ahli es Prancis Remy Boehler menegaskan kualitas es di Milano Ice Skating Arena tetap memenuhi standar selama Olimpiade Musim Dingin Milano-Cortina 2026.
"Kondisi es saat ini baik, dan semua telah mendapatkan lampu hijau. Tim saya bekerja luar biasa menjaga kualitas es setiap saat," ujar Boehler kepada Xinhua.
Seiring berlangsungnya cabang figure skating dan short track speed skating, beberapa atlet menyuarakan kekhawatiran mengenai kondisi es.
“Banyak sekali jatuh. Ini mungkin es terburuk tahun ini,” kata skater short track Kanada, Steven Dubois.
Rekan Amerika-nya, Brandon Kim, menambahkan bahwa es terasa “lebih lembut dari biasanya.”
Menanggapi hal ini, Boehler menekankan bahwa persepsi setiap atlet berbeda.
"Beberapa mengatakan terlalu dingin, beberapa terlalu hangat, ada juga yang sempurna. Tapi kondisi es sama untuk semua orang," jelasnya.
Ia juga memantau kualitas udara, kualitas air, suhu es, dan ketebalan es secara real time untuk memastikan standar tetap terpenuhi.
Persyaratan teknis figure skating dan short track sangat berbeda.
Figure skating menggunakan es dengan suhu sekitar minus 3,5 derajat Celsius, menciptakan permukaan lebih lembut dan tebal sehingga skater bisa mengeksekusi lompatan dengan lebih efektif.
Short track membutuhkan permukaan lebih dingin, antara minus enam hingga tujuh derajat Celsius, agar bilah sepatu bisa mencengkeram es dengan optimal.
"Untuk short track, saya menggunakan lebih sedikit air agar cepat membeku dan menciptakan permukaan cepat. Untuk figure skating, lebih banyak air digunakan sebelum tim menambal lubang kecil akibat pendaratan lompatan," tambah Boehler.
Proses pergantian es ini dilakukan secara intensif. "Kadang sekali sehari, kadang dua kali. Total sekitar 50 transisi selama Olimpiade," katanya.
Setiap pergantian melibatkan setengah tim yang bekerja bersamaan untuk menyiapkan arena bagi kompetisi berikutnya.
Tekanan paling tinggi terjadi ketika kedua cabang digelar di hari yang sama, yakni 10 dan 16 Februari.
"Transisi padding butuh sekitar 30 menit, transisi suhu es dari minus 3,5 ke minus tujuh derajat sekitar tiga jam," jelas Boehler.
Boehler didukung tim internasional, termasuk wakil ahli es dari Prancis dan Amerika Serikat, sembilan pengemudi resurfacer Prancis, tiga pengemudi Italia, dan seorang mekanik Kanada.
"Tim ini sangat internasional, kami saling bertukar pengetahuan dan bekerja untuk tujuan yang sama – menghasilkan es terbaik," ujarnya.
Kualitas kerja tim terlihat dari pencapaian atlet.
Pada 10 Februari, Belanda memecahkan rekor Olimpiade di short track mixed team relay, dan dua hari kemudian Xandra Velzeboer memecahkan rekor dunia 500m putri short track.
"Ini membuktikan es sangat cepat. Jatuh itu bagian dari short track, tapi saya yakin tim saya memberikan es terbaik setiap hari," kata Boehler.
Olimpiade Milano-Cortina 2026 menjadi penampilan kelima Boehler, dan ketiganya sebagai ahli es.
"Setiap acara sama pentingnya bagi saya, apakah untuk pemula lima tahun atau atlet Olimpiade," tutupnya.
Artikel Tag: olimpiade, olimpiade musim dingin, milano cortina 2026
Published by Ligaolahraga.com at https://www.ligaolahraga.com/olahraga-lain/ahli-es-prancis-pastikan-kualitas-lapangan-selama-olimpiade-milano-cortina
























Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini