Lucas Pinheiro Braathen Sumbang Emas Olimpiade Pertama untuk Brasil

Kemenangan Lucas Pinheiro Braathen ini sekaligus menghadirkan medali Olimpiade Musim Dingin pertama bagi Brasil dan juga bagi Amerika Selatan.
Lucas Pinheiro Braathen mencatat sejarah besar pada Olimpiade Musim Dingin Milan-Cortina 2026 dengan merebut medali emas nomor giant slalom putra, Senin (16/2).
Kemenangan itu sekaligus menghadirkan medali Olimpiade Musim Dingin pertama bagi Brasil dan juga bagi Amerika Selatan.
Di lintasan Stelvio yang berkabut dan diguyur salju, Braathen tampil tenang di tengah tekanan para pesaingnya.
Atlet berusia 25 tahun itu meluncur agresif namun presisi, mencatat waktu terbaik dan memastikan namanya berada di posisi teratas papan skor pada hari pertama penuh perayaan Karnaval di Brasil.
Saat catatan waktunya muncul sebagai yang tercepat, Braathen sempat terdiam menatap angka satu di samping namanya.
Ia kemudian menjatuhkan diri ke salju sebelum bangkit dan merayakan dengan langkah samba, selebrasi spontan yang menjadi ciri khasnya.
Di negara yang identik dengan sepak bola, pantai, dan tarian, momen tersebut terasa nyaris sureal.
“Sulit dipercaya bahwa saya resmi menjadi juara Olimpiade,” ujar Lucas Pinheiro Braathen seusai lomba.
Ia mengaku kemenangan itu adalah impian panjang yang akhirnya menjadi kenyataan.
Braathen menyebut penampilannya hari itu sebagai “joga bonito”, istilah populer di Brasil untuk menggambarkan sepak bola yang dimainkan dengan indah dan penuh kebebasan.
Ia mengaku meluncur mengikuti intuisi dan kata hati, tanpa memikirkan sejarah yang tengah ia torehkan.
Lahir dari ibu Brasil dan ayah Norwegia, Braathen tumbuh di dua budaya berbeda.
Setelah orang tuanya berpisah, ia menghabiskan masa kecil bersama ibunya sebelum kemudian menetap di Norwegia dan menekuni ski secara serius.
Kombinasi ekspresi khas Brasil dan disiplin teknik Norwegia membentuk gaya uniknya di lintasan.
Lucas Pinheiro Braathen sebelumnya mewakili Norwegia dan meraih sejumlah kemenangan Piala Dunia, termasuk gelar slalom musim 2022-2023.
Namun pada 2023 ia mengejutkan dunia ski dengan mengumumkan pensiun akibat perselisihan dengan federasi ski Norwegia.
Setahun kemudian, ia kembali bertanding dengan membela Brasil, negara asal ibunya.
Keputusan tersebut terbayar lunas. Setelah debut Olimpiade di Beijing 2022, Braathen kini mengukuhkan namanya di panggung dunia dengan emas bersejarah di Milan-Cortina.
Ia bahkan dipercaya membawa bendera Brasil pada upacara pembukaan, simbol kepercayaan bagi atlet di cabang yang belum populer di negaranya.
Menurutnya, dukungan publik Brasil mengalir deras meski banyak yang belum akrab dengan ski.
Lucas Pinheiro Braathen berharap keberhasilannya dapat menginspirasi anak-anak untuk mengejar mimpi, terlepas dari latar belakang dan keterbatasan.
“Saya tidak tumbuh sebagai pemain ski, saya tumbuh sebagai pemain sepak bola. Tapi hidup membawa saya ke sini,” katanya. “Jika ada satu pesan dari hari ini, beranilah menjadi diri sendiri.”
Artikel Tag: olimpiade musim dingin, milano cortina 2026
Published by Ligaolahraga.com at https://www.ligaolahraga.com/olahraga-lain/lucas-pinheiro-braathen-sumbang-emas-olimpiade-pertama-untuk-brasil
























Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini