Ducati Tahu Penyebab Yamaha Terus Alami Kemunduran

Penulis: Abdi Ardiansyah
Jumat 08 Des 2023, 14:40 WIB
Yamaha, Fabio Quartararo, Ducati, Francesco Bagnaia

Fabio Quartararo dan Francesco Bagnaia

Ligaolahraga.com -

Berita MotoGP : Bos Ducati, Luigi Dall’Igna, mengkritik cara kerja Yamaha yang hanya mengandalkan satu orang pebalap mereka dalam menentukan arah pengembangan motor.

Ducati kini menjadi pabrikan yang paling ditakuti oleh semua pabrikan-pabrikan di MotoGP. Mereka memperlihatkan dominasi yang tak terkalahkan dalam dua tahun beruntun dan sekaligus merebut dua gelar juara dunia balap.

Sementara itu Yamaha dan Honda yang medapat label sebagai raksasa besar di MotoGP malah mengalami kemunduran. Luigi Dall'Igna selaku bos Ducati menilai hal tersebut disebabkan karena mereka hanya mengandalkan satu pebalap dalam menentukan arah pengembangan motor.

“Kesalahan strategis mereka adalah mengikuti hanya satu pebalap, untuk mendasarkan pengembangan motor mereka pada hasil dan umpan balik dari pebalap terdepan dari masing-masing merek,” kata Dall'Igna dilansir dari Crash.

Berbeda dengan pabrikan Borgo Panigale, mereka berhasil mengembangkan unit motor balapnya dengan melibatkan seluruh pemakai kuda besi Desmosedici lewat umpan balik dan ide yang diberikan. Sebab jika hanya mengandalkan satu rider saja, maka akan terjadi ketidaksesuaian antara modifikasi dengan masalah yang dialami motor.

“Sering kali apa yang dikatakan pebalap top, sang juara, tidak benar karena bakatnya menutupi masalah yang dialami motor,” tutur Dall'Igna.

Ia mengatakan pada dasarnya dalam pengembangan motor harus dilakukan bersama-sama dan melibatkan banyak orang. Hal ini memang memakan waktu dan proses yang begitu panjang, namun sesuai dengan hasilnya.

“Paradoksnya, untuk mengembangkan proyek dengan baik, Anda harus mendengarkan semua suara, semua pengendara,” tutupnya.

Artikel Tag: Ducati, yamaha, motogp 2023

Published by Ligaolahraga.com at https://www.ligaolahraga.com/motogp/ducati-tahu-penyebab-yamaha-terus-alami-kemunduran
5723  
Komentar

Terima kasih. Komentar Anda sudah disimpan dan menunggu moderasi.

Nama
Email
Komentar
160 karakter tersisa

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar disini