Dovizioso Ungkap Perjuangan Marc Marquez Tahan Insting Menyerang Demi Gelar

Marc Marquez
Berita MotoGP - Andrea Dovizioso menilai Marc Marquez tengah menjalani fase paling sulit dalam kariernya di MotoGP. Marquez disebut harus melawan insting alaminya yang kerap menyerang sendiri demi menjaga peluang mempertahankan gelar juara dunia musim 2026.
Performa Marc Marquez setelah kembali dari cedera menjadi salah satu sorotan utama pada paruh pertama MotoGP 2026. Meski berhasil memangkas ketertinggalan poin secara drastis, Andrea Dovizioso menilai pembalap Ducati tersebut sebenarnya belum bisa membalap dengan kemampuan maksimalnya.
Marquez sempat mengalami awal musim yang berat akibat gangguan pada bahu kanannya. Cedera tersebut berawal dari kecelakaan pada MotoGP Indonesia 2025 yang membuat dua sekrup di bahunya bergeser dan menekan saraf radial. Kondisi itu baru diketahui setelah ia kembali membalap pada awal musim 2026.
Akibat masalah tersebut, Marquez harus kembali menjalani operasi pada Mei 2026 untuk mengangkat sekrup dan serpihan tulang. Ia bahkan mengaku sempat membalap dengan kondisi "satu setengah tangan" karena fungsi bahu kanannya tidak bekerja secara normal.
Menurut Dovizioso, situasi itulah yang memaksa Marquez mengubah total pendekatan balapnya.
"Lebih dari sekadar melakukan yang diperlukan, dia sedang berusaha mengendalikan dirinya sendiri dan menjaga agar tidak melewati batas," kata Dovizioso dalam kanal YouTube pribadinya.
Mantan pembalap Ducati itu menilai perubahan tersebut bukan sesuatu yang mudah. Sebab, karakter Marquez selama ini dikenal selalu mengandalkan insting untuk menyerang dan mengerem sangat dalam saat memasuki tikungan.
"Ini adalah perjuangan baginya. Walaupun sekarang pendekatannya berbeda, dia memaksa dirinya untuk tidak memacu motor ketika sebenarnya dia ingin melakukannya. Itu sudah menjadi insting alaminya," ujar Dovizioso.
Ia menambahkan bahwa Marquez tidak memiliki pilihan lain jika ingin tetap bersaing dalam perebutan gelar juara dunia.
"Dia ingin terus menyerang karena sudah terbiasa seperti itu. Tetapi sekarang dia harus mengendalikan diri. Dia sampai di titik ini karena tidak punya rencana lain. Dia terpaksa melakukannya demi mencoba memenangkan kejuaraan," lanjutnya.
Strategi tersebut terbukti efektif. Setelah kembali membalap di Mugello, Marquez berhasil memenangi Grand Prix Hungaria, Republik Ceko, dan Jerman, serta memilih finis ketujuh di Assen demi menghindari risiko memperparah kondisi fisiknya.
Hasil positif itu membuatnya mampu memangkas defisit 102 poin dari Marco Bezzecchi menjadi hanya tertinggal 18 poin dari pemuncak klasemen Jorge Martin saat jeda musim.
Meski mulai kembali ke jalur persaingan gelar, kondisi fisik Marc Marquez masih belum sepenuhnya pulih. Ia masih berupaya mengembalikan massa otot di bahu kanannya, sehingga pendekatan balap yang lebih hati-hati kemungkinan akan terus diterapkan hingga kondisi tubuhnya benar-benar kembali optimal.
Artikel Tag: marc marquez, ducati, andrea dovizioso, motogp 2026
Published by Ligaolahraga.com at https://www.ligaolahraga.com/motogp/dovizioso-ungkap-perjuangan-marc-marquez-tahan-insting-menyerang-demi-gelar

























Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini