Berita MotoGP: Tiga Anomali yang pernah Terjadi dalam Sejarah MotoGP Championship

Penulis: Datuk Nofri
Selasa 09 Agu 2016, 23:10 WIB
Berita MotoGP: Tiga Anomali yang pernah Terjadi dalam Sejarah MotoGP Championship

Marc Marquez ketika memulai balapan dari posisi pole di Sirkuit Motul Assen pada Juni lalu

Ligaolahraga.com -

Ligaolahraga - Menjelang berlangsungnya paruh kedua musim MotoGP Championship tahun ini, perolehan point Marc Marquez di puncak klasemen dengan keunggulan 48 point dari Jorge Lorenzo dan 59 point dari Valentino Rossi masih mungkin dilewati oleh dua rivalnya dari Movistar Yamaha itu karena hal itu pernah terjadi sebelumnya.

Sistem penghitungan point pada MotoGP Championship yang kini diterapkan mengikuti aturan yang pertama kali ditetapkan pada tahun 1993 lalu yang dinilai sebagai pengaturan yang ideal, terutama pada musim sebelum aturan itu diberlakukan yang menyebabkan terjadinya anomali ketika Wayne Rainey berhasil mengejar ketertinggalan 65-point (80 point kalau menurut aturan penghitungan yang kini berlaku) akibat Mick Doohan mengalami cedera pada pertengahan musim.

Sejak saat itu, Marc Marquez dari tim Repsol Honda merupakan pembalap yang mampu menyamai prestasi Rainey saat tampil di tahun perdananya di ajang MotoGP pada 2013 lalu.

Marquez ketika itu berhasil melewati selisih perolehan 30 point yang telah dikumpulkan rekan setimnya, Dani Pedrosa.

Begitu juga dengan Lorenzo yang tahun lalu mampu melewati keunggulan perolehan point rekan setimnya di Movistar Yamaha, Valentino Rossi dalam perebutan gelar juara dunia yang tak terlupakan. Hal yang sama juga dilakukan oleh Mick Doohan terhadap kompatriotnya Daryl Beattie setelah Doohan mengalami DNF dalam dua seri sebelumnya pada 1995 lalu.

Tiga contoh di atas merupakan tiga anomaly yang pernah terjadi di MotoGP Championship sejauh ini.

Berikut Daftar Defisit Point yang Cukup Lebar yang Pernah Terlewati (sejak 1993):

Tahun

Juara

Defisit

Pembalap yang Berhasil Dilewati

Terjadi pada Seri Grand Prix ke

2013

 Marc Marquez

30 point

 Dani Pedrosa

6 dari 18 seri

1995

 Mick Doohan

29 point

 Daryl Beattie

5 dari 3 seri

2015

 Jorge Lorenzo

29 point

 Valentino Rossi

3 dari 18 seri

1998

 Mick Doohan

25 point

 Max Biaggi

1 dari 14 seri

2011

 Casey Stoner

24 point

 Jorge Lorenzo

3 dari 18 seri

1999

 Alex Criville

21 point

 Kenny Roberts Jr

2 dari 16 seri

 

 

Melihat kenyataan ini, menjelang berlangsungnya paruh kedua musim MotoGP Championship tahun ini, perolehan point Marc Marquez di puncak klasemen dengan keunggulan 48 point dari Jorge Lorenzo dan 59 point dari Valentino Rossi masih mungkin dilewati oleh dua rivalnya dari Movistar Yamaha itu.

Artikel Tag: motogp, assen, NeroGiardini Motorrad Grand Prix von Österreich, Red Bull Ring, Marc Marquez, dani pedrosa, repsol honda, Valentino Rossi, Jorge Lorenzo, Movistar Yamaha

Published by Ligaolahraga.com at https://www.ligaolahraga.com/motogp/berita-motogp-tiga-anomali-yang-pernah-terjadi-dalam-sejarah-motogp-championship
1671  
Komentar

Terima kasih. Komentar Anda sudah disimpan dan menunggu moderasi.

Nama
Email
Komentar
160 karakter tersisa

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar disini