Berita MotoGP: Review Paruh Musim Valentino Rossi

Penulis: Datuk Nofri
Sabtu 06 Agu 2016, 08:34 WIB
Berita MotoGP: Review Paruh Musim Valentino Rossi

Rossi yang sangat berambisi menjadi juara di Mugello ternyata harus gigit jari karena motornya mengalami kegagalan mesin di depan publiknya sendiri

Ligaolahraga.com -

Ligaolahraga - Melihat kembali performa Valentino Rossi di paruh pertama, sebenarnya pembalap Italia itu tampil cukup kompetitif dan menjanjikan namun lantaran telah tiga kali mengalami DNF, membuat perolehan point Rossi demikian tergerus.

Valentino Rossi masih perlu berjuang keras agar bisa mewujudkan ambisinya menjadi juara dunia untuk kali kesepuluh pada paruh kedua MotoGP Championship 2016.

Melihat performa Rossi di paruh pertama, sebenarnya pembalap Italia itu tampil cukup kompetitif dan menjanjikan namun lantaran tiga kali mengalami DNF, membuat perolehan point Rossi demikian tergerus.

Setelah pada 2015 lalu, Rossi hanya kalah tipis dari Jorge Lorenzo yang berselisih 5 point saja di klasemen akhir,  penampilan Rossi lebih kompetitif sejak awal musim 2016. Pembalap berusia 37 tahun ini berharap bahwa penggunaan ban Michelin dan perubahan perangkat elektronik yang digunakan tahun ini akan memberikan keuntungan kepada dirinya agar bisa merengkuh gelar juara dunia yang telah sejak 2009 lalu didambakannya dan juga oleh para pendukungnya.

Menjelang seri pertama yang berlangsung di Qatar, Rossi mengumumkan bahwa ia akan tetap berada di tim Movistar Yamaha hingga 2018 dengan memperpanjang kontraknya dengan pabrikan asal negeri Sakura itu.

Pada seri pembuka yang berlangsung di Sirkuit Losail itu, Rossi menggunakan motor keduanya tetapi gagal merengkuh podium karena hanya menempati posisi keempat setelah sempat terlibat pertarungan sengit dengan Marc Marquez dan Andrea Dovizioso.

Pada seri kedua di Argentina, perlombaan dibagi dalam dua bagian menyusul insiden yang terjad pada Scott Redding yang diakibatkan oleh masalah ban di sesi Free Practice (FP) 4.

Pada seri kedua di Aargentina tersebut, setelah bertarung sengit dengan Marc Marquez, Rossi harus puas menempati posisi kedua.

Rossi mendapati kegagalan pertamanya di musim ini di Texas yaitu di Sirkuit Austin yang menjadi venue Grand Prix Amerika 2016.

Kegagalan itu sekaligus merupakan DNF pertamanya sejak insiden di Aragon pada 2014 yang mengakhiri 24 kali posisi lima besar.

Namun pada seri keempat yang berlangsung di Sirkuit Jerez Spanyol, Rossi bisa bangkit untuk merebut gelar juara perdananya tahun ini.

Selama tiga hari di Jerez, Rossi tampil sempurna dimana ia tampil sangat mendominasi dan berhasil merebut posisi pole pada kualifikasi.

Pada seri kelima di Grand Prix Prancis yang berlangsung di Le Mans pada awal Mei, Rossi mendapati hasil kualifikasi yang mengecewakan yang merupakan hasil kualifikasi terburuknya musim ini karena hanya menempati posisi ketujuh sehinga ia pun harus puas untuk mengawali lomba dari grid ketiga.

Namun karena kematangannya, Rossi berhasil meraih podium keduanya pada 2016 ini karena berhasil meraih posisi kedua sehingga ia berhak memperoleh tambahan 20 point yang membuat selisih jarak pointnya dari Lorenzo dan Marquez sangat tipis di klasemen.

Namun pada seri keenam yang berlangsung di rumah sendiri pada Grand Prix Italia yang berlangsung di Sirkuit Mugello, Rossi mendapati hari sialnya.

Mengawali lomba dari pole karena berhasil meraih posisi pertama pada kualifikasi sehari sebelumnya, Rossi dengan dukungan ribuan fans yang sudah dahaga untuk meraih juara di Mugello sejak 2008 akhirnya harus menelan pil pahit lantaran mengalami kegagalan mesin, mengulangi insiden serupa yang terjadi pada Rossi di San Marino pada 2007 lalu.

Dengan kegagalan itu, selisih point Rossi dari pemimpin klasemen menjadi 37 point dan ia pun bertekad untuk bangkit pada seri ketujuh di Barcelona pada Grand Prix Catalunya.

Rossi akhirnya mewujudkan keinginannya itu dengan berhasil meraih posisi terdepan di Barcelona setelah terlibat pertarungan sengit dengan Marc Marquez di lap-lap terakhir.

Rekan setimnya, Lorenzo yang baru saja mengambil alih pimpinan klasemen di Mugello dari Marquez harus gigit jari lantaran mengalami DNF dan posisinya di klasemen pun kembali dikudeta Marquez.

Hasil di Barcelona membuat selisih point Rossi hanya berjarak 22 point dari Marquez di peringkat pertama dan berjarak 12 point dari Lorenzo.

Dengan asa kembali bisa memperketat jarak point di klasemen, Rossi yang sempat memimpin di di seri kedelapan di Assen akhirnya mengalami nasib nahas sehingga ia mendapati DNF untuk kali ketiga dan membuat selisih pointnya semakin menjauh dari Marquez yang berhasil meraih podium di posisi kedua.

Sedangkan di Sachsenring yang menjadi venue Grand Prix Jerman, Rossi hanya menempati posisi kedelapan sedangkan Marquez berhasil menjadi juara di Sirkuit yang memang sangat disukainya itu.

Dengan berhasilnya Marquez meraih gelar juara di grand prix seri kesembilan membuat selisih pointnya dari Rossi kian menjauh yakni berjarak selebar 59 point.

 

Artikel Tag: MotoGP 2017, Valentino Rossi, Movistar Yamaha, Review Paruh-Musim

Published by Ligaolahraga.com at https://www.ligaolahraga.com/motogp/berita-motogp-review-paruh-musim-valentino-rossi
3888  
Komentar

Terima kasih. Komentar Anda sudah disimpan dan menunggu moderasi.

Nama
Email
Komentar
160 karakter tersisa

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar disini