Aprilia Tak Tertarik Gunakan AI untuk Pengembangan MotoGP, Ini Alasannya

Fabiano Sterlacchini, Sosok dibalik kegemilangan Aprilia di MotoGP 2026.
Berita MotoGP - Direktur Teknis Aprilia, Fabiano Sterlacchini, menjelaskan pentingnya mesin performa mesin di era baru MotoGP 2027, ia juga mengungkap alasan timnya belum menggunakan AI (Kecerdasan Buatan).
MotoGP akan meninggalkan mesin 1.000cc dan turun ke mesin 850cc mulai musim 2027. Perubahan tersebut bukan sekadar memangkas kapasitas mesin, tetapi juga akan mengubah prioritas teknis para pabrikan dalam mencari performa terbaik.
Direktur Teknis Aprilia, Fabiano Sterlacchini, memperkirakan pengurangan kapasitas itu dapat membuat motor kehilangan sekitar 50 hp (tenaga kuda). Namun menurutnya, dampak terbesar justru terletak pada seberapa sering pembalap membutuhkan tenaga penuh mesin dalam satu lap.
"Saat ini, motor berada di batas kemampuan mesin sekitar 15 hingga 20 persen dari waktu dalam satu lap, ketika katup gas terbuka penuh. Jika kehilangan 50 tenaga kuda, angka tersebut meningkat menjadi 30 hingga 40 persen," kata Sterlacchini dalam podcast Mig Babol yang dipandu Andrea Migno.
Dengan kondisi tersebut, mencari tambahan tenaga dari mesin akan menjadi jauh lebih penting. "Seberapa penting menemukan tambahan satu tenaga kuda dari mesin saat ini? Tidak terlalu penting karena saya hanya menggunakannya dalam waktu yang sangat singkat. Mulai musim depan, hal itu akan menjadi dua kali lebih penting," ujarnya.
Regulasi 2027 memang dirancang dengan sejumlah perubahan besar. Kapasitas mesin turun dari 1.000cc menjadi 850cc, diameter bore maksimal menyusut dari 81 menjadi 75 mm, sementara jumlah mesin yang dapat digunakan setiap pembalap dalam satu musim turun dari tujuh menjadi enam.
Aprilia Belum Mengandalkan AI
Menariknya, Sterlacchini juga menyinggung perkembangan kecerdasan buatan atau AI dalam dunia balap.
Menurutnya, AI memiliki potensi membantu memahami hubungan kompleks dalam pengembangan motor yang sulit dijelaskan melalui persamaan fisika. Namun, Aprilia belum menggunakannya.
"Kami sama sekali tidak menggunakannya. Semua orang menggunakannya, semua orang membicarakannya, dan AI diterapkan pada segala hal. Anda harus memberikan batasan atau dimensinya," kata Sterlacchini.
Ia justru melihat masih banyak potensi yang bisa digali melalui aerodinamika. Sterlacchini memperkirakan teknologi aerodinamika sepeda motor tertinggal 30 hingga 50 tahun dibandingkan Formula 1.
Pandangan tersebut menjadi semakin relevan karena regulasi 2027 juga akan mengurangi sejumlah elemen aerodinamika untuk membantu menciptakan balapan yang lebih dekat.
Bagi Sterlacchini, kunci pengembangan bukan sekadar meniru solusi rival, melainkan memahami bagaimana setiap komponen bekerja sebagai satu kesatuan. Menurutnya, pendekatan tersebut akan menjadi semakin penting ketika MotoGP memasuki era 850cc.
Artikel Tag: aprilia, motogp 2027, fabiano sterlacchini
Published by Ligaolahraga.com at https://www.ligaolahraga.com/motogp/aprilia-tak-tertarik-gunakan-ai-untuk-pengembangan-motogp-ini-alasannya
























Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini