LIV Golf Tutup, Pegolf Bintang Hadapi Persoalan Kontrak dan Sanksi

Penulis: Hanif Rusli
Jumat 06 Nov 2026, 19:36 WIB - 111 views
Bryson DeChambeau berpotensi menghadapi sanksi lebih berat karena pernah menjadi salah satu penggugat PGA Tour dalam perselisihan hukum bersama LIV Golf. (Foto: Fight TV)

Bryson DeChambeau berpotensi menghadapi sanksi lebih berat karena pernah menjadi salah satu penggugat PGA Tour dalam perselisihan hukum bersama LIV Golf. (Foto: Fight TV)

Ligaolahraga.com -

LIV Golf menghadapi akhir perjalanan setelah memastikan tidak melanjutkan rencana pembentukan LIV 2.0 dan memulai proses penghentian operasional.

Keputusan tersebut menimbulkan ketidakpastian mengenai masa depan sejumlah pegolf papan atas, termasuk Bryson DeChambeau, Jon Rahm, dan Cameron Smith, serta peluang mereka kembali berkompetisi di PGA Tour.

Keputusan diambil setelah BC Partners Credit menarik tawaran pendanaan sebesar 300 juta dolar AS pada Rabu (4/11).

LIV Golf selanjutnya akan mengajukan rencana likuidasi berdasarkan mekanisme kebangkrutan Chapter 11 kepada Pengadilan Kepailitan Amerika Serikat pada 9 November.

Analis kebangkrutan perusahaan Blanka Wolfe menilai liga tersebut kemungkinan besar akan dilikuidasi kecuali ada investor baru yang tiba-tiba bersedia menyuntikkan dana.

Menurutnya, sulit membayangkan pihak lain mengambil risiko setelah Dana Investasi Publik (PIF) Arab Saudi menggelontorkan sekitar 6 miliar dolar AS selama lima tahun tanpa berhasil mempertahankan liga.

Para pemain LIV juga belum tentu bisa langsung kembali ke PGA Tour.

Mengacu pada sanksi yang diterima Patrick Reed, Rahm, Smith, dan pemain lainnya kemungkinan baru memenuhi syarat untuk kembali pada 24 Agustus 2027, tepat satu tahun setelah penampilan terakhir mereka di turnamen LIV Golf.

Reed sendiri kembali sebagai pemain nonanggota PGA Tour pada Agustus setelah meraih dua kemenangan di Timur Tengah melalui DP World Tour dan mendapatkan salah satu dari 10 kartu PGA Tour untuk musim 2027.

Pada Januari lalu, CEO sekaligus komisaris PGA Tour Brian Rolapp sebenarnya menawarkan kesempatan kembali kepada Brooks Koepka, DeChambeau, Rahm, dan Smith.

Namun, hanya Koepka yang menerimanya. Dia harus menyumbangkan 5 juta dolar AS untuk kegiatan amal serta melepaskan sejumlah hak ekuitas dan bonus.

Rolapp menegaskan kesempatan tersebut hanya diberikan satu kali.

DeChambeau bahkan berpotensi menghadapi sanksi lebih berat karena pernah menjadi salah satu penggugat PGA Tour dalam perselisihan hukum bersama LIV Golf.

Sementara itu, DP World Tour berpeluang menjadi tempat berlabuh bagi mantan pemain LIV.

Rahm, Sergio Garcia, dan Tyrrell Hatton telah menyelesaikan denda serta memperoleh izin untuk kembali pada 2026, dengan komitmen tampil di DP World Tour pada 2027.

Pemain yang memiliki status di tur tersebut juga berkesempatan merebut satu dari 10 kartu PGA Tour musim depan.

Dari sisi kebangkrutan, PIF menjadi kreditur pertama yang berhak menerima pembayaran karena memberikan pinjaman hampir 500 juta dolar AS kepada LIV Golf pada Juni.

Para pemain dan kreditur tanpa jaminan lainnya berada dalam urutan pembayaran yang lebih rendah sehingga peluang mereka menerima uang kontrak yang tertunggak sangat kecil.

Namun, perwakilan kreditur tanpa jaminan sedang mengupayakan kesepakatan dengan PIF untuk memperoleh pembayaran sebagian.

Negosiasi tersebut juga berpotensi mencegah tuntutan hukum lebih lanjut. Sidang berikutnya dijadwalkan berlangsung pada 24 November.

Artikel Tag: bryson dechambeau, jon rahm, liv golf

Published by Ligaolahraga.com at https://www.ligaolahraga.com/golf/liv-golf-tutup-pegolf-bintang-hadapi-persoalan-kontrak-dan-sanksi
111
Komentar

Terima kasih. Komentar Anda sudah disimpan dan menunggu moderasi.

Nama
Email
Komentar
160 karakter tersisa

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar disini