LIV Golf Terancam Bangkrut Usai Kehilangan Dukungan Pendanaan BC Partners

Penulis: Hanif Rusli
Kamis 05 Nov 2026, 20:08 WIB - 89 views
BC Partners membatalkan rencana investasinya karena mempertanyakan kelayakan bisnis LIV Golf. (Foto: Golf Digest)

BC Partners membatalkan rencana investasinya karena mempertanyakan kelayakan bisnis LIV Golf. (Foto: Golf Digest)

Ligaolahraga.com -

LIV Golf terancam menghentikan seluruh operasional setelah perusahaan investasi BC Partners Credit menarik rencana pendanaan senilai 300 juta dolar AS untuk liga tersebut.

Sejumlah media melaporkan pada Rabu (4/11) bahwa kompetisi golf yang didukung Arab Saudi itu kini berpotensi memasuki proses likuidasi setelah kehilangan calon investor utama.

BC Partners sebelumnya berencana menggantikan Public Investment Fund (PIF) Arab Saudi sebagai penyandang dana utama LIV Golf.

Investasi tersebut diharapkan membantu liga keluar dari proses kebangkrutan dan melanjutkan kompetisi melalui format baru yang dikenal sebagai LIV 2.0.

Namun, BC Partners akhirnya membatalkan rencana investasinya karena mempertanyakan kelayakan bisnis LIV Golf.

Keputusan tersebut diambil ketika tenggat waktu bagi para pegolf untuk menyatakan komitmen tampil pada musim mendatang semakin dekat.

Menurut laporan The Athletic dan Financial Times, sekitar 30 pegolf telah menyatakan kesediaan bergabung dengan LIV 2.0, sementara 10 pemain lainnya masih mempertimbangkan keputusan.

Jumlah tersebut dinilai belum memberikan kepastian yang cukup bagi calon investor untuk melanjutkan pendanaan.

Ketidakpastian masa depan liga juga mendorong sejumlah pemain mempertimbangkan kembali ke PGA Tour atau DP World Tour.

Namun, DP World Tour telah menegaskan bahwa pegolf yang bergabung dengan LIV tidak akan memenuhi syarat untuk mendapatkan keanggotaan pada musim 2027.

Jon Rahm, Sergio Garcia, Ian Poulter, dan Tyrrell Hatton termasuk sejumlah nama besar yang telah meninggalkan LIV Golf tahun ini.

LIV Golf sebelumnya mengajukan perlindungan kebangkrutan pada September.

Sidang di Pengadilan Kepailitan Amerika Serikat di New Jersey dijadwalkan berlangsung Kamis (5/11). Proses tersebut berpotensi menjadi awal dari likuidasi aset dan penghentian operasional liga.

Juru bicara LIV Golf belum memberikan tanggapan atas permintaan komentar dari The Athletic dan ESPN.

Sejak didirikan pada 2022, PIF diperkirakan telah menginvestasikan sekitar 5 miliar dolar AS untuk membangun LIV Golf.

Sebagian besar dana digunakan untuk membayar hadiah turnamen dan menawarkan kontrak bergaransi bernilai besar guna menarik pegolf ternama dari kompetisi lain.

Namun, pada April lalu, PIF mengumumkan akan menghentikan dukungan pendanaan setelah lima musim. Lembaga tersebut diketahui memiliki 99 persen saham LIV Golf.

Financial Times melaporkan bahwa dalam pengajuan ke pengadilan pada September, LIV Golf menyatakan bisnisnya akan ditutup apabila BC Partners tidak melanjutkan rencana untuk mempertahankan kompetisi secara berkelanjutan dalam beberapa pekan.

PIF juga telah memberikan pinjaman senior sebesar 550 juta dolar AS kepada LIV Golf. Pinjaman tersebut memiliki prioritas pembayaran tertinggi dibandingkan kewajiban lainnya.

Proses kebangkrutan mendatang juga akan membahas klaim para pemain terkait jaminan kontrak serta tagihan dari vendor yang belum dibayar.

Menurut Financial Times, nilai keseluruhan klaim tersebut mencapai ratusan juta dolar AS.

Artikel Tag: liv golf

Published by Ligaolahraga.com at https://www.ligaolahraga.com/golf/liv-golf-terancam-bangkrut-usai-kehilangan-dukungan-pendanaan-bc-partners
89
Komentar

Terima kasih. Komentar Anda sudah disimpan dan menunggu moderasi.

Nama
Email
Komentar
160 karakter tersisa

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar disini