Baru Musim Kedua, Liam Lawson Akui Tekanan di F1 Sangat Besar

Liam Lawson
Berita F1: Liam Lawson mengungkapkan bahwa tekanan menjadi pebalap Formula 1 merupakan tantangan terbesar dalam kariernya, bahkan sulit dipelajari sebelum benar benar berada di dalamnya. Setelah menjalani musim penuh pertamanya di F1, Lawson menilai pengalaman di lintasan jauh lebih kompleks dibandingkan apa pun yang pernah ia rasakan sebelumnya.
Pebalap berusia 23 tahun itu memulai musim lalu dengan kesempatan membela Red Bull, sebelum akhirnya kembali ke tim saudara usai dua seri awal yang kurang maksimal. Meski sempat menjadi sorotan, Lawson mampu bangkit dan menunjukkan performa yang cukup solid untuk mempertahankan kursinya hingga musim 2026.
Memasuki musim keduanya, Lawson akan berbagi garasi dengan pebalap muda Arvid Lindblad yang naik dari Formula 2. Namun, ia menegaskan kehadiran rekan setim baru tersebut tidak menambah tekanan secara pribadi. “Saya rasa tidak ada tekanan tambahan, mungkin hanya ada ekspektasi peran yang sedikit lebih besar. Di sisi lain, ini musim baru dengan mobil baru, jadi kami menghadapi tantangan yang sama,” ujar Lawson.
Ia mengaku pengalaman satu musim penuh di F1 memberikan banyak pelajaran penting, mulai dari manajemen balapan, adaptasi teknis, hingga konsistensi performa. “Saya sangat bersyukur dengan semua pelajaran dari musim lalu. Tetapi dengan mobil yang benar benar baru, ini tetap menjadi proses belajar bersama,” lanjutnya.
Lawson juga menyoroti tekanan khas Red Bull yang sudah ia rasakan sejak usia muda. Menurutnya, sistem pengembangan pebalap Red Bull memang membiasakan mental bertanding di bawah tekanan tinggi. “Sejak bergabung dengan Red Bull, tekanan sudah menjadi bagian dari proses. Mereka seolah menyiapkan kami menghadapi F1 sejak dini,” ucapnya.
Meski begitu, Liam Lawson menilai tekanan di Formula 1 berada di level yang berbeda. “Tekanannya sangat besar dan benar benar unik. Tidak ada yang bisa sepenuhnya mempersiapkan seseorang untuk merasakan tekanan nyata di F1,” katanya.
Ia menambahkan bahwa dunia F1 tidak memberi ruang untuk larut dalam kegagalan. Jadwal yang padat memaksa setiap pebalap untuk segera bangkit setelah hasil buruk. “Jika menjalani akhir pekan yang tidak ideal, Anda hanya punya satu atau dua hari untuk move on, setelah itu harus kembali fokus,” tutup Lawson.
Artikel Tag: Liam Lawson, Racing Bulls, F1 2026
Published by Ligaolahraga.com at https://www.ligaolahraga.com/f1/baru-musim-kedua-liam-lawson-akui-tekanan-di-f1-sangat-besar



















Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini