Uston Nawawi Ungkap Risiko Besar Ikut Tarkam Bagi Pemain Profesional

Penulis: Dayat Huri
Rabu 10 Feb 2021, 05:00 WIB
Legenda Persebaya Surabaya, Uston Nawawi

Legenda Persebaya Surabaya, Uston Nawawi/foto dok Persebaya

Berita Liga 1 Indonesia: Legenda Persebaya Surabaya, Uston Nawawi tidak menyarankan para pesepak bola profesional untuk mengikuti pertandingan antar kampung (tarkam) di masa penghentian kompetisi Liga Indonesia seperti saat ini.

Tarkam memang jadi pilihan sejumlah pesepak bola profesional untuk tetap menjaga kondisi sekaligus mencari pemasukan tambahan di tengah vakumnya kompetisi.

Uston Nawawi yang juga pernah merasakan penghentian kompetisi sepak bola tanah air pada 2015 lalu, ketika PSSI dibekukan FIFA berbagi cerita terkait pengalamannya melewati masa-masa kelam itu.

Pada 2015 itu, ia terdaftar sebagai pemain Persida Sidoarjo. Karena tidak adanya kompetisi saat itu, membuatnya harus memutar otak untuk memenuhi kebutuhan. Salah satu solusinya dengan mengikuti pertandingan tarkam.

"Awal-awal vakum kompetisi 2015 saya sempat ikut tarkam. Alasannya tentu untuk menjaga kondisi dan menambah penghasilan. Kan waktu itu tidak ada kegiatan sepak bola, mirip lah kondisinya seperti sekarang. Bedanya kalau sekarang kan semua kegiatan olahraga dilarang," jelasnya seperti dilansir laman resmi klub.

Meski sempat ikut tarkam, ia tidak menyarankan para pemain profesional tanah air untuk ikut tarkam karena risikonya besar bagi pemain sepak bola profesional.

Uston lebih menyarankan pemain untuk mencari rejeki dari jalan yang lain. Contohnya seperti membuka usaha. Ia menceritakan bahwa beberapa bisnis yang ia geluti sekarang adalah hasil rintisannya saat vakum kompetisi.

"Saya bisa paham pilihan pemain yang main tarkam. Tapi kalau bisa ya cari yang lain saja. Karena untuk pemain profesional, tarkam banyak resikonya. Kalau saya dulu kan sudah jauh lewat masa emas waktu main tarkam," bebernya.

"Mungkin saya bisa menyarankan pemain untuk buka usaha. Apalagi sekarang sudah ada sosial media, mereka bisa usaha lewat situ. Intinya saya berharap untuk pemain bola jangan terlalu boros untuk mengelola hasil keringat main bola, berfikirlah untuk masa depan karena tidak akan selamanya bermain bola. Intinya pemain bola dikatakan sukses kalau sudah tidak bermain tetap stabil kondisi ekonominya," pungkas pemain yang identik dengan nomor punggung 10 tim Persebaya Surabaya itu.

Artikel Tag: uston, Persebaya Surabaya

660  
Komentar

Terima kasih. Komentar Anda sudah disimpan dan menunggu moderasi.

Nama
Email
Komentar
160 karakter tersisa

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar disini