Pape Thiaw Soroti Kekalahan Senegal dari Prancis

Pape Thiaw minta Senegal lebih agresif usai kalah. (Foto: Shaun Botterill - FIFA/FIFA via Getty Images)
Berita Piala Dunia: Pelatih Senegal, Pape Thiaw, menilai timnya masih memiliki peluang lolos meski memulai perjalanan di Piala Dunia 2026 dengan kekalahan 1-3 dari Prancis. Menurut juru taktik berusia 45 tahun itu, Senegal harus segera bangkit dan memperbaiki sejumlah kelemahan yang terlihat saat menghadapi Les Bleus pada pertandingan Grup I di Stadion New York New Jersey, Rabu (17/6/2026) dini hari WIB.
Senegal sebenarnya mampu memberikan perlawanan sengit sepanjang babak pertama. Tim Singa Teranga bahkan beberapa kali terlihat lebih berbahaya dibandingkan Prancis dan berhasil menahan skor tetap imbang tanpa gol hingga turun minum. Namun, kualitas individu lawan akhirnya menjadi pembeda setelah Kylian Mbappe memecah kebuntuan sebelum Bradley Barcola menggandakan keunggulan pada babak kedua.
Meski Ibrahim Mbaye sempat membangkitkan harapan lewat gol pada masa injury time, Senegal tidak memiliki cukup waktu untuk mengejar ketertinggalan. Mbappe kembali mencetak gol beberapa saat kemudian untuk memastikan kemenangan Prancis. Hasil tersebut mengakhiri awal yang kurang ideal bagi Senegal yang sebelumnya datang ke turnamen dengan kepercayaan diri tinggi.
Dalam wawancara usai pertandingan, Pape Thiaw mengakui timnya melakukan sejumlah kesalahan yang berujung pada gol lawan. Ia menilai masalah itu bukan kesalahan individu semata, melainkan kegagalan kolektif dalam menjaga organisasi permainan ketika menghadapi tekanan dari pemain-pemain Prancis yang memiliki kualitas tinggi.
"Ada beberapa kesalahan dan itu merupakan kesalahan kolektif. Terkadang kami bermain terlalu dalam dan sangat pasif di lapangan. Kami harus lebih agresif terhadap pembawa bola agar umpan-umpan seperti yang menghasilkan gol Prancis tidak terjadi," kata Thiaw saat menjelaskan evaluasinya terhadap penampilan tim.
Kekalahan ini terasa cukup menyakitkan karena Senegal sebelumnya menjalani periode yang sangat positif. Mereka datang ke Piala Dunia 2026 setelah meraih hasil-hasil meyakinkan dalam berbagai pertandingan dan dikenal sebagai salah satu kekuatan utama sepak bola Afrika. Karena itu, Thiaw menilai respons para pemain setelah kekalahan akan menjadi faktor penting dalam menentukan nasib tim.
Menurut Thiaw, fokus utama saat ini adalah mengembalikan mental para pemain menjelang pertandingan berikutnya. Ia menegaskan bahwa peluang Senegal masih terbuka lebar karena fase grup masih menyisakan dua laga. Tiga poin pada pertandingan selanjutnya akan menjadi target utama untuk menjaga asa lolos ke babak gugur.
"Sudah lama tim ini tidak kalah pada pertandingan pertama sebuah kompetisi. Kami masih memiliki dua laga lagi dan peluang kami masih ada. Sekarang kami harus fokus penuh pada pertandingan berikutnya agar bisa meraih tiga poin," ujar Pape Thiaw.
Tantangan berikutnya tidak akan mudah karena Senegal akan menghadapi Norwegia yang diperkuat mesin gol Erling Haaland. Thiaw menilai timnya perlu tampil lebih rapat dan disiplin dalam menjaga jarak antarlini. Ia berharap Senegal bisa membentuk blok pertahanan yang lebih kompak sehingga tidak mudah dieksploitasi lawan dari berbagai sisi lapangan.
Senegal akan menghadapi Norwegia di Stadion New York New Jersey pada Selasa (23/6/2026) pagi WIB sebelum menutup fase grup melawan Irak di Stadion Toronto pada Sabtu (27/6/2026) dini hari WIB. Sementara itu, Prancis akan bertemu Irak di Stadion Philadelphia pada Selasa (23/6/2026) dini hari WIB sebelum menghadapi Norwegia di Stadion Boston pada Sabtu (27/6/2026) dini hari WIB.
Artikel Tag: prancis, senegal, piala dunia 2026
Published by Ligaolahraga.com at https://www.ligaolahraga.com/bola/pape-thiaw-soroti-kekalahan-senegal-dari-prancis

























Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini