Kalahkan Senegal, Deschamps Puas dengan Respons Prancis di Babak Kedua

Didier Deschamps nilai Prancis bangkit usai jeda laga. (Foto: Kevin C. Cox/Getty Images)
Berita Piala Dunia: Pelatih Prancis, Didier Deschamps, mengungkapkan dirinya tidak puas dengan penampilan tim pada babak pertama saat menghadapi Senegal di Piala Dunia 2026. Meski akhirnya menang 3-1 di Stadion New York New Jersey, Rabu (17/6/2026) dini hari WIB, Deschamps menilai Les Bleus tampil jauh di bawah standar sebelum jeda pertandingan.
Prancis bahkan beruntung tidak tertinggal pada babak pertama. Senegal mampu menciptakan beberapa peluang berbahaya dan hampir membuka keunggulan melalui Ismaila Sarr. Beruntung bagi Les Bleus, peluang emas tersebut gagal dimaksimalkanĀ sehingga skor tetap imbang tanpa gol hingga turun minum meski tim Afrika itu tampil lebih meyakinkan.
Situasi berubah setelah jeda. Prancis tampil lebih agresif dan mampu meningkatkan kualitas permainan di berbagai sektor. Kylian Mbappe menjadi pembeda dengan mencetak dua gol, sementara Bradley Barcola turut menyumbang satu gol untuk memastikan kemenangan yang membuat Prancis memulai perjalanan mereka di Grup I dengan tiga poin.
Didier Deschamps mengakui dirinya berbicara secara terbuka kepada para pemain di ruang ganti. Ia merasa timnya melakukan terlalu banyak kesalahan pada babak pertama dan membutuhkan respons yang lebih baik. Namun, pelatih berusia 57 tahun itu menegaskan pendekatannya bukan dengan berteriak, melainkan memberikan evaluasi yang jelas kepada para pemain.
"Saya selalu jujur kepada para pemain. Kami tidak menjalani babak pertama yang bagus dan bisa bermain lebih baik dalam banyak aspek. Saya tidak berteriak, tetapi saya menyampaikan apa yang ada di pikiran saya. Setelah itu, mereka harus mengambil keputusan yang tepat di lapangan," kata sang pelatih.
Selain memuji respons para pemain, Deschamps juga menyoroti beberapa keputusan taktis yang menurutnya berpengaruh besar terhadap hasil akhir. Masuknya Barcola dari bangku cadangan memberi dampak instan dengan satu gol, sementara perubahan peran Michael Olise pada babak kedua membuat aliran serangan Prancis menjadi lebih hidup dan berbahaya.
Performa Mbappe kembali menjadi sorotan utama. Dua gol yang dicetak penyerang berusia 27 tahun itu membuatnya menjadi pencetak gol terbanyak sepanjang masa Prancis. Deschamps menilai sang kapten tetap memiliki kemampuan untuk mengubah jalannya pertandingan hanya melalui satu momen, meski masih sering menjadi sasaran kritik.
"Orang-orang mungkin akan tetap mengkritiknya, tetapi dia adalah pemain ikonik. Saya selalu mengatakan itu. Dengan satu aksi saja, dia bisa mengubah keseimbangan pertandingan dan membawa timnya menuju kemenangan," ujar Deschamps saat membahas kontribusi Mbappe.
Deschamps juga menepis kritik yang menyebut Mbappe tidak cukup membantu tim dalam bertahan. Menurutnya, tugas utama sang penyerang adalah memberikan ancaman di area lawan. Karena itu, ia tidak mempermasalahkan jika Mbappe tidak terlalu menonjol pada babak pertama selama mampu menjadi penentu kemenangan ketika kesempatan datang.
Kemenangan atas Senegal juga memiliki makna tersendiri bagi Prancis. Hasil tersebut membantu menghapus bayang-bayang buruk Piala Dunia 2002 ketika mereka kalah dari Senegal pada laga pembuka dan gagal lolos dari fase grup. Kali ini, Les Bleus berhasil memulai turnamen dengan hasil positif dan menjaga status mereka sebagai salah satu kandidat juara.
Artikel Tag: prancis, didier deschamps, senegal, piala dunia 2026
Published by Ligaolahraga.com at https://www.ligaolahraga.com/bola/kalahkan-senegal-deschamps-puas-dengan-respons-prancis-di-babak-kedua

























Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini