Saling Melengkapi, Rahasia Konsistensi Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan

Penulis: Yusuf Efendi
Senin 23 Nov 2020, 03:00 WIB
Rahasia Konsistensi Mohammad Ahsan dan Hendra Setiawan

Hendra Setiawan-Herry IP-Mohammad Ahsan/[Foto:PBSI]

Berita Badminton: Meski ganda putra veteran Indonesia, Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan telah meraih prestasi yang tak terhitung jumlahnya, mereka tetap mempertahankan gaya low-profil yang konsisten. Belakangan ini, keduanya juga memberikan komentar positif tentang ciri-ciri terbaik pasangannya selama delapan tahun terakhir.

Hendra Setiawan mengatakan bahwa Mohammad Ahsan adalah pemain yang sangat pekerja keras yang selalu penuh semangat di lapangan, sementara Ahsan percaya bahwa Hendra memiliki pikiran yang tenang, tetapi dapat membunuh lawan di setiap kesempatan.

Terlepas dari apakah mereka tertinggal atau memimpin dalam pertandingan, ganda putra terbaik Indonesia ini dapat tetap tenang di setiap pertandingan bahkan di bawah tekanan, membantu mereka melangkah lebih jauh dengan performa yang superior.

Mohammad Ahsan dan Hendra Setiawan mulai bermitra pada tahun 2012. Di akhir tahun 2016, mereka memutuskan berpisah. Saat itu, Ahsan bekerja sama dengan rekan juniornya di Pelatnas, Rian Agung Saputro dan menjadi runner-up Kejuaraan Dunia 2017, sedangkan Hendra bekerja sama dengan Tan Boon Heong asal Malaysia. Tetapi dalam 18 turnamen yang diikuti keduanya, mereka gagal memenangkan turnamen apa pun.

Setelah juara dunia tiga kali itu bekerja sama untuk kedua kalinya, mereka memenangkan Malaysia International Challenge pada April 2018, dan kemudian mencapai puncak di Singapore Super 500, tetapi keduanya masih harus bekerja sama kembali.

"Dalam hal permainan, diperlukan penyesuaian. Ini sebenarnya normal, tetapi seiring bertambahnya usia, kemampuan keseluruhan berbeda dari sebelumnya. Di tahun sebelumnya, saya mungkin bermain lebih defensif, tetapi saya kembali bekerja sama dengan Ahsan, tidak akan ada banyak pukulan," kata Hendra.

Tahun lalu, Mohammad Ahsan dan Hendra Setiawan bahu membahu untuk memenangkan tiga kejuaraan besar, termasuk Kejuaraan Dunia, Kejuaraan All England, dan World Tour Finals 2019.

Mereka terus menunjukkan konsistensi dalam karir mereka, berada di peringkat 2 dunia dan menjadi jimat penyelamat paling stabil untuk tim Indonesia.

Artikel Tag: mohammad ahsan, hendra setiawan, Indonesia

720  
Komentar

Terima kasih. Komentar Anda sudah disimpan dan menunggu moderasi.

Nama
Email
Komentar
160 karakter tersisa

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar disini