Pesan Menohok Rashid Sidek: Jangan Banyak Gaya Jika Mau Juara Malaysia Open

Lee Zii Jia-Leong Jun Hao/[Foto:NST]
Berita Badminton : Jika para pemain bulu tangkis Malaysia ingin mengakhiri penantian panjang untuk juara tuan rumah di Malaysia Open yang akan berlangsung pada 6-11 Januari, mereka harus bermain dengan pola pikir bahwa hasil lebih penting daripada gaya.
Hal ini disampaikan oleh legenda bulu tangkis Datuk Rashid Sidek yang mengatakan bahwa warga Malaysia tidak lagi mampu memprioritaskan permainan yang menarik, terutama di turnamen Super 1000, di mana margin kemenangan sangat tipis dan lawan-lawannya tak kenal lelah.
"Yang penting adalah menang, bukan bermain bagus tetapi kalah," kata peraih medali perunggu Olimpiade Rashid ketika ditanya tentang tantangan Malaysia Open yang menanti para pemain tuan rumah.
"Meskipun permainannya tidak terlihat bagus, yang terpenting adalah menang."
Komentar Rashid muncul saat para pemain bulu tangkis Malaysia bersiap untuk turnamen pembuka musim Super 1000 Malaysia Open, yang telah menarik nama-nama besar dalam olahraga ini.
Pemain Prancis peringkat 7 dunia, Christo Popov, akan tiba di Kuala Lumpur dengan reputasi besar, setelah mengejutkan petenis Tiongkok peringkat 1 dunia, Shi Yu Qi, di final turnamen baru-baru ini. Final Tur Dunia.
Rashid menunjuk Popov dan pemain-pemain Eropa muda lainnya sebagai contoh pesaing yang mungkin tidak selalu bermain dengan gaya, tetapi memiliki keinginan dan keyakinan untuk menang.
Harapan utama Malaysia di nomor tunggal putra bertumpu pada Lee Zii Jia, yang saat ini berada di peringkat 144 dunia setelah absen cukup lama.
Mantan juara All England ini akan kembali bertanding melawan Ayush Shetty dari India yang berada di peringkat 32 dunia, dengan babak pertama menandai pertemuan pertama mereka sepanjang karier.
Jika Zii Jia berhasil melewati Shetty, dia bisa menghadapi Yu Qi di babak kedua, yang menunjukkan betapa sulitnya undian tersebut.
Namun, Rashid menepis fokus pada potensi lawan yang akan dihadapi, dan menegaskan bahwa persiapan dan mentalitas adalah penentu sebenarnya di level ini.
"Di turnamen Super 1000, siapa pun bisa mengalahkan siapa pun. Jika persiapannya tidak bagus, akan sulit dalam segala aspek," katanya.
Perwakilan tunggal putra Malaysia lainnya, Leong Jun Hao yang berada di peringkat 28 dunia, memulai kampanyenya melawan Wang Zheng Xing dari Tiongkok yang berada di peringkat 29 dunia.
Kemenangan di sana dapat mengantarkannya ke babak kedua dan berhadapan dengan Jonatan Christie dari Indonesia yang berada di peringkat 4 dunia.
Malaysia belum pernah merayakan juara tunggal putra di Malaysia Open sejak Datuk Seri Lee Chong Wei mengangkat gelar tersebut pada tahun 2018, dan Rashid memperingatkan bahwa kekeringan gelar tersebut tidak akan berakhir kecuali para pemain menunjukkan ketahanan yang lebih besar.
"Dalam olahraga, menang dan kalah adalah bagian dari permainan. Tetapi jika Anda kalah, kalahlah dengan bermartabat. Berjuanglah dengan keras. Itulah yang ingin dilihat orang," katanya.
Artikel Tag: rashid sidek, Malaysia Open 2026, Lee Zii Jia, Leong Jun Hao
Published by Ligaolahraga.com at https://www.ligaolahraga.com/badminton/pesan-menohok-rashid-sidek-jangan-banyak-gaya-jika-mau-juara-malaysia-open
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini