Malaysia Pede Bawa Pulang Piala Thomas 2024

Hendrawan-Lee Zii Jia/[Foto:Thestar]
Berita Badminton : Nama Foo Kok Keong memang tak terlalu dikenal, namun Ia adalah seorang pejuang yang berjuang keras untuk setiap poin melawan pemain andalan Indonesia, Alan Budi Kusuma sektor tunggal putra di final Piala Thomas 1992.
Kok Keong membawa Malaysia membalikan keadaan menjadi 2-1 sebelum pasangan Cheah Soon Kit/Soo Beng Kiang memberikan poin kemenangan untuk mengangkat Piala kala itu.
Sekarang, 27 tahun kemudian, legenda bulu tangkis itu percaya bahwa Malaysia memiliki kualitas dan bakat untuk membawa Piala Thomas itu kembali.
Kok Keong adalah bagian dari tim Thomas yang terdiri dari Sidek bersaudara, yakni Rashid, Razif, Jalani sertaSoon Kit, Beng Kiang, Kwan Yoke Meng, Rahman Sidek dan Wong Ewee Mun. Mantan pemain berusia 56 tahun itu juga bagian dari tim Malaysia yang meraih runner-up pada tahun 1988, 1990 dan 1994 dan tempat ketiga pada tahun 1986.
Dia berpikir skuad ganda saat ini tidak kekurangan pemain berbakat seperti Aaron Chia/Soh Wooi Yik (11 dunia), Ong Yew Sin/Teo Ee Yi (18 dunia) dan Goh Sze Fei/Nur Izzuddin Rumsani (25 dunia).
Di tunggal, satu-satunya pemain yang saat ini cukup diperhitungkan di panggung internasional adalah bintang muda yang tengah naik daun peringkat 13 dunia, Lee Zii Jia.
Dengan peluncuran Project '24 oleh BAM yang bertujuan untuk membawa pulang medali emas Olimpiade dan mencapai final Piala Thomas pada tahun 2024, Kok Keong tidak ragu lagi bahwa tujuannya dapat tercapai.
“Sekarang mereka telah menetapkan target, para pemain memiliki sesuatu untuk dibidik dan diusahakan. Itu memberi mereka tujuan dan motivasi setiap kali mereka melangkah ke lapangan,” kata Kok Keong.
“Saya pikir kami sudah memiliki pemain tunggal dan ganda untuk melakukan pekerjaan, tetapi mereka hanya perlu bekerja lebih keras. Mereka ada di sana tetapi mereka harus mengambil inisiatif untuk mendorong diri mereka lebih jauh."
“Para pemain sendiri harus menghabiskan beberapa jam ekstra di gym atau di lapangan mengerjakan keterampilan tertentu, bahkan mungkin menganalisis lawan mereka," ungkapnya.
“Yang penting adalah, para pemain harus mempertanyakan diri mereka sendiri apa yang mereka inginkan dari bermain bulu tangkis? Apakah mereka ingin menjadi lebih baik dan mencapai sesuatu?" tambah Kok Keong.
Dia menambahkan bahwa tim telah berupaya untuk mengangkat gelar yang keempat kalinya selama masa keemasan pemain peringkat 1 dunia, Lee Chong Wei tetapi yang paling dekat adalah saat mencapai runner-up atas Jepang tahun 2014 yang berlangsung di New Delhi, India.
“Itu adalah waktu bagi Jepang dan mereka bermain sangat baik. Sekarang, program telah ditetapkan dan para pemain tidak boleh menyerah. Penting bagi para pemain untuk berlatih lebih keras seperti yang kami lakukan,” tegas Kok Keong.
Artikel Tag: Lee Zii Jia, Aaron Chia Hsin, Soh Wooi Yik, Piala Thomas 2024
Published by Ligaolahraga.com at https://www.ligaolahraga.com/badminton/malaysia-pede-bawa-pulang-piala-thomas-2024


Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini