Kevin/Marcus & Ahsan/Hendra Fokus di Malaysia Open dan Singapore Open 2021

Penulis: Yusuf Efendi
Selasa 06 Apr 2021, 20:45 WIB
Kevin dan Marcus Fokus di Malaysia Open dan Singapore Open 2021

Podium Ganda Putra Indonesia Masters 2020/[Foto:PBSI]

Berita Badminton : Dua pasangan ganda putra teratas Indonesia, Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon dan juga Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan tak mau terlalu lama meratapi insiden di All England bulan lalu dan ingin fokus pada dua turnamen kualifikasi Olimpiade mendatang di Malaysia Open dan Singapore Open 2021.

Pelatih ganda putra PP PBSI, Herry Iman Pierngadi mengatakan bahwa mereka tidak terburu-buru membahas bagaimana persiapan pemainnya menghadapi Olimpiade Tokyo 2021 yang dijadwalkan Juli mendatang.

Coach Naga Api (sapaan akrab Herry IP) mengatakan bahwa mereka ingin fokus pada beberepa kualifikasi sebelum mengerjakan persiapan untuk Olimpiade Tokyo 2021.

Saat ini, para pemain masih bisa meraih poin kualifikasi Olimpiade melalui tiga turnamen diantaranya India Open (11-16 Mei), Malaysia Open (25-30 Mei) serta Singapore Open (1-6 Juni).

"Masih terlalu dini untuk membicarakan Olimpiade, ada tiga turnamen lagi yang pemainnya bisa mendapatkan poin kualifikasi," kata Herry IP.

Herry IP juga mengatakan bahwa mereka tidak akan mengirim tim terkuat ke India Open, termasuk Kevin / Marcus serta Ahsan/Hendra.

"Dari segi jarak dan waktu, Malaysia dan Singapura lebih dekat jadi resikonya lebih kecil. Rencananya saya akan mengirim para pemain muda ke India," ungkapnya.

Secara teori, kedua pasangan baik Kevin / Marcus dan Ahsan / Hendra sudah lolos ke Olimpiade, namun pasangan ganda putra Indonesia lainnya peringkat 7 dunia, Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto tentu tak akan melewatkan peluang untuk meraih poin kualifikasi Olimpiade.

Herry IP juga memberikan penilaiannya terhadap pasangan nomor 1 dunia, Kevin dan Marcus di All England, hampir setahun setelah keduanya berkompetisi di turnamen internasional. Ia mengatakan bahwa Kevin/Marcus sudah kembali ke bentuk permainan terbaiknya, meskipun ajang turnamen Super 1000 itu diwarnai dengan insiden mundurnya tim Indonesia.

"Kevin/Marcus memang sangat kesal dengan insiden penarikan tersebut karena mereka bekerja sangat keras untuk mempersiapkan turnamen. Terlepas dari semua itu, keduanya masih haus akan kemenangan, dan akan kembali fokus di turnamen berikutnya," katanya.

"Biasanya, mereka cenderung bermain santai saat putaran pertama turnamen, terutamanya menghadapi lawan dengan peringkat lebih rendah. Namun, Kevin/Marcus bermain di babak pertama seperti di semifinal ataupun final, meskipun lawan mereka adalah pasangan muda Inggris. Artinya, dari segi mental mereka bisa langsung fokus dan serius," jelas pelatih yang menghantarkan Ahsan/Hendra meraih gelar juara dunia 2019 itu.

Artikel Tag: Kevin Sanjaya Sukamuljo, Herry IP, Marcus Fernaldi Gideon, mohammad ahsan, hendra setiawan

943  
Komentar

Terima kasih. Komentar Anda sudah disimpan dan menunggu moderasi.

Nama
Email
Komentar
160 karakter tersisa

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar disini