Jepang Diyakini Masih Tetap Kuat Meskipun Ditinggal Tiga Pemain Seniornya

Penulis: Yusuf Efendi
Selasa 14 Sep 2021, 18:15 WIB
Jepang Diyakini Masih Tetap Kuat Meskipun Ditinggal Tiga Pemain Seniornya

Takeshi Kamura-Keigo Sonoda/[Foto:AFP]

Ligaolahraga.com -

Berita Badminton : Soh Wooi Yik percaya Jepang masih akan menjadi kekuatan yang harus diperhitungkan di kejuaraan Piala Sudirman dan Piala Thomas yang akan datang meskipun tiga pemain berpengalaman pensiun dari tim nasional mereka.

Pasangan peringkat 6 dunia, Keigo Sonoda/Takeshi Kamura, keduanya berusia 31 tahun, dan Hiroyuki Endo, 34 tahun, telah mengajukan pengunduran diri mereka kepada Asosiasi Bulu Tangkis Nippon pekan lalu setelah gagal memenangkan medali pertama negara itu di nomor ganda putra di Olimpiade Tokyo baru-baru ini.

Endo membentuk kemitraan No. 5 dunia dengan Yuta Watanabe, 24 tahun, dan mereka berhasil mempertahankan gelar All England mereka pada bulan Maret lalu.

Jepang kini harus bergantung pada pasangan peringkat 14 dunia Takuro Hoki/Yugo Kobayashi, peringkat 30 Takuto Inoue/Yuki Kaneko dan peringkat 31 Akira Koga/Taichi Saito untuk tampil di nomor ganda putra, terutama selama gelaran Piala Thomas .

Wooi Yik, bagaimanapun, menekankan bahwa dia dan pasangannya Aaron Chia tidak bisa menganggap enteng pasangan baru.

“Para pemain Jepang yang pensiun termasuk di antara 10 pasangan teratas dunia tetapi itu tidak membuat segalanya lebih mudah bagi kami,” kata Wooi Yik setelah menerima insentif tunai RM50.000 atau berkisar 170 juta rupiah dari Kementerian Wilayah Federal kemarin.

“Kami sekarang harus menghadapi pasangan muda mereka, kami harus mempelajari permainan mereka dengan baik.”

Wooi Yik juga bertujuan untuk meningkatkan permainan mereka saat mereka mengantisipasi serangan balik dari dua pasangan teratas dunia asal Indonesia, Kevin Sanjaya/Marcus Fernaldi dan Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan, setelah mengalahkan mereka dalam perjalanan untuk memenangkan medali perunggu di Olimpiade Tokyo baru-baru ini.

Mereka mengalahkan Kevin-Marcus di babak delapan besar untuk menandai kemenangan pertama mereka dalam delapan pertemuan sementara melawan Ahsan-Hendra menandai kemenangan kedua mereka dalam sembilan pertandingan untuk merebut perunggu di Tokyo.

“Pasti akan lebih sulit dari sebelumnya untuk mengalahkan dua pasangan Indonesia. Setelah mengalahkan mereka, saya yakin mereka akan ingin membalas dendam dan kami harus bekerja lebih keras untuk bersiap menghadapi mereka (jika bertemu mereka di babak sistem gugur turnamen dua tim).”

Sementara itu, Wooi Yik berterima kasih kepada Kementerian FT atas hadiah uang tunai tersebut.

“Saya berterima kasih atas insentifnya. Saya mewakili FT sejak saya masih muda, mereka telah mendukung saya di awal karir saya sebelum bergabung dengan tim nasional,” katanya.

Total hadiah uang tunai Wooi Yik menjadi RM140,000 atau berkisar 480 juta rupiah termasuk RM90,000 (310 juta rupiah) yang dia kantongi minggu lalu dari bagiannya dari insentif RM180,000 yang diserahkan oleh Asosiasi Bulu Tangkis Malaysia (RM120,000) dan 100Plus (RM60,000).

Wooi Yik dan Aaron juga akan mendapatkan RM100.000 atau berkisar 340 juta rupiah lagi dari skema insentif Dewan Olahraga Nasional (NSC) Shakam.

Sebagai peraih medali perunggu Olimpiade, keduanya juga akan menerima pensiun bulanan masing-masing sebesar RM2.000 atau berkisar 7 juta rupiah.

Artikel Tag: jepang, Takeshi Kamura, Keigo Sonoda, Hiroyuki Endo

Published by Ligaolahraga.com at https://www.ligaolahraga.com/badminton/jepang-diyakini-masih-tetap-kuat-meskipun-ditinggal-tiga-pemain-seniornya
1622  
Komentar

Terima kasih. Komentar Anda sudah disimpan dan menunggu moderasi.

Nama
Email
Komentar
160 karakter tersisa

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar disini