Greysia Polii Dedikasikan Kemenangan di Thailand Untuk Sang Kakak

Penulis: Yusuf Efendi
Senin 18 Jan 2021, 07:30 WIB
Greysia Polii Dedikasikan Kemenangan di Thailand Untuk Sang Kakak

Greysia Polii/[Foto:PBSI]

Berita Badminton : Sebuah tragedi pribadi terasa berat di hati Greysia Polii ketika dia datang ke YONEX Thailand Open , tapi dia mampu menguatkan pikirannya untuk tidak membiarkan hal itu mempengaruhi dirinya di lapangan.

Kematian kakak laki-lakinya baru-baru ini karena Covid-19, sosok ayah baginya sejak ayah mereka meninggal ketika dia masih balita, berarti bahwa Greysia Polii tidak hanya bertanding bulu tangkis di lapangan. Itulah sebabnya, begitu dia berhasil dan memenangkan dirinya dengan pasangannya, Apriyani Rahayu di Thailand Open, dia berlutut sebagai tanda doa dan rasa syukur.

“Dia seperti ayah saya. Dia 18 tahun lebih tua, dia memperlakukan saya seperti anak perempuannya dan saya memandangnya sebagai ayah saya. Setelah ayah saya meninggal dunia ketika saya berusia dua tahun, dia mengurus seluruh keluarga. Dia sangat mendukung karir bulutangkis saya,” kenang Greysia Polii sambil menangis.

“Dia sudah melihat saya sebagai juara berkali-kali. Sangat menyakitkan… dia menunggu sampai pernikahanku, dan kemudian dia pergi. Jadi rasanya, wow, dia ingin melihat yang terbaik dalam diri saya, dia menunggu yang terbaik.”

Kematian kakaknya terjadi sehari setelah pernikahannya pada 23 Desember. Itu merupakan pukulan besar, dan waktu yang sangat mengganggu bagi keluarga, karena setelah kematiannya, beberapa anggota keluarga didiagnosis dengan COVID-19.

“Saya mempersembahkan gelar ini untuk kakak saya… Ini merupakan masa-masa sulit bagi keluarga saya, dan setelah kakak.saya meninggal, beberapa dari mereka jatuh sakit, jadi saya datang ke sini dengan sakit hati, atau lebih tepatnya, selalu memikirkan mereka, setiap malam dan setiap hari saya hanya berdoa kepada Tuhan untuk menjaga mereka semua," kata Greysia Polii.

“Saya percaya bahwa kejuaraan ini sangat berarti bagi kami, tidak hanya bagi saya tetapi bagi keluarga saya.”

Terlepas dari tragedi tersebut, Greysia Polii mampu, begitu dia melangkah ke lapangan, untuk memblokir yang lainnya. Minggu ini dia bermain dengan intensitas tinggi, memukul keras, mencegat, memberikan peluang bagi Apriyani Rahayu, yang melengkapi pasangannya di setiap langkah.

Babak semifinal, melawan Lee So Hee dan Shin Seung Chan, berlangsung keras, tapi final itu sendiri, melawan pasangan Thailand, Jongkolphan Kititharakul dan Rawinda Prajongjai, dimenangkan dengan relatif cepat. Pasangab Indonesia hampir tidak melakukan kesalahan pada hari Minggu. Begitu poin terakhir dimenangkan, emosi, yang ditahan sampai saat itu, meledak.

“Saya masih belum bisa mengontrol perasaan saya, apa yang ada di kepala saya, tapi saya sangat fokus, terutama dalam latihan dan turnamen, dan ketika saya memasuki lapangan saya merasakan kekuatan super dari atas, dari dia. Jadi saya ingin mengucapkan 'terima kasih' padanya untuk segalanya," pungkas Greysia, yang mana Yonex Thailand Open adalah gelar Super 1000 pertamanya bersama Apriyani Rahayu.

Artikel Tag: Greysia Polii, apriyani rahayu, Thailand Open

4461  
Komentar

Terima kasih. Komentar Anda sudah disimpan dan menunggu moderasi.

Nama
Email
Komentar
160 karakter tersisa

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar disini