Usai Surabaya, Rehan-Melati Targetkan Gelar Super 100 di Kudus

Rehan Naufal Kusharjanto-Melati Daeva Oktavianti/[Foto:PBSI]
Pasangan ganda campuran profesional Indonesia, Rehan Naufal Kusharjanto / Melati Daeva Oktavianti berhasil meraih gelar juara turnamen kandang Polytron Surabaya International Challenge 2026 usai menangi laga melawan pasangan baru Pelatnas Cipayung, Bagas Maulana / Apriyani Rahayu.
Tak diunggulkan, Rehan Naufal Kusharjanto / Melati Daeva Oktavianti berhasil menundukkan unggulan kelima Bagas Maulana / Apriyani Rahayu dua game langsung dengan skor 21-19 dan 21-15, dalam pertandingan yang berlangsung di GOR Sudirman Surabaya, pada Minggu (27/9) malam WIB.
“Pertama-tama, kami mengucapkan Alhamdulillah karena akhirnya bisa meraih gelar pertama setelah tiga turnamen yang kami jalani. Gelar ini tentunya menjadi pembuktian bagi kami bahwa kami masih bisa bersaing dan terus berkembang sebagai pasangan,” ungkap Rehan.
Surabaya International Challenge 2026 adalah gelar pertama bagi Rehan Naufal Kusharjanto / Melati Daeva Oktavianti sejak dipasangkan beberapa waktu lalu.
“Kurang lebih sama dengan Rehan, kami berusaha fokus dari poin ke poin dan menikmati permainan di lapangan. Kami tidak terlalu memikirkan soal menang atau kalah. Yang terpenting adalah bagaimana kami bisa bermain maksimal dan memberikan yang terbaik,” tutur Melati.
“Untuk turnamen berikutnya, insyaallah kami harus selalu siap. Kami akan berusaha memberikan yang terbaik di Malaysia 100 dan selanjutnya di Kudus 100,” papar Melati.
Sebelumnya pasangan muda Merah Putih, Taufik Aderya / Alexius Ongkytama Subagio berhasil memastikan gelar turnamen Polytron Surabaya International Challenge 2026 setelah di babak final sukses menundukkan kompatriotnya, Yeremia Erich Yoche Yacob Rambitan / Patra Harapan Rindorindo.
Taufik Aderya / Alexius Ongkytama Subagio sukses revans atas Yeremia-Patra lewat pertandingan mudah dua game langsung dengan skor identik 21-9 dan 21-9.
“Pastinya rasanya senang dan bangga. Semua persiapan, latihan yang capek, dan apa yang sudah kita korbankan akhirnya terbayarkan dengan hasil ini. Jadi, kami sangat senang dan bahagia bisa menjadi juara,” ungkap Alexius yang akrab disapa Ongky.
“Sebelum pertandingan, kami sudah mempersiapkan beberapa antisipasi untuk menghadapi pola permainan lawan. Apalagi Bang Yere lebih senior dari kami, jadi kami tidak mau meremehkan sedikit pun. Kami berusaha untuk tetap fokus dari awal sampai akhir dan puji Tuhan bisa meraih kemenangan dengan cukup cepat,” tambah Ongky.
Pebulutangkis muda Indonesia, Bismo Raya Oktora berhasil menjadi juara turnamen kandang Polytron Surabaya International Challenge 2026 usai menangi derby melawan seniornya, Chico Aura Dwi Wardoyo lewat pertandingan ketat rubber game dengan skor 21-13, 10-21 dan 21-17.
Artikel Tag: apriyani rahayu, rehan naufal kusharjanto, melati daeva oktavianti, bagas maulana, patra harapan rindorindo, taufik aderya, surabaya international challenge 2026
Published by Ligaolahraga.com at https://www.ligaolahraga.com/badminton/usai-surabaya-rehan-melati-targetkan-gelar-super-100-di-kudus
























Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini