Ryan Garcia Geram Terence Crawford Jagokan Conor Benn
Terence Crawford dan Ryan Garcia
Berita Tinju - Ryan Garcia tidak tinggal diam setelah mengetahui Terence Crawford lebih menjagokan Conor Benn untuk memenangkan pertarungan mereka. Juara dunia WBC kelas welter itu bahkan melontarkan sindiran kepada Crawford menjelang duel melawan Benn di T Mobile Arena, Las Vegas, 12 September mendatang.
Garcia akan menjalani pertahanan pertama gelar WBC yang diraihnya setelah mengalahkan Mario Barrios pada Februari 2026. Dalam pertarungan tersebut, Garcia tampil dominan dan menang melalui keputusan mutlak.
Penampilan itu sekaligus menjadi kebangkitan setelah sebelumnya mengalami kekalahan mengejutkan dari Rolando Romero pada Mei 2025. Garcia kalah angka dalam pertarungan yang berlangsung setelah dirinya menjalani hukuman larangan bertanding selama satu tahun.
Menjelang pertarungan melawan Benn, Garcia secara umum dianggap memiliki keunggulan dari sisi teknik dan pengalaman. Namun, Benn memiliki reputasi sebagai petinju yang tangguh dan mampu bertahan dalam pertarungan keras.
Kualitas tersebut terlihat dalam dua pertemuannya dengan Chris Eubank Jr pada 2025. Benn kalah dalam pertemuan pertama melalui keputusan mutlak, tetapi berhasil membalas kekalahan tersebut dalam duel kedua.
Crawford tampaknya menjadikan penampilan Benn tersebut sebagai salah satu alasan untuk mendukung sang petinju Inggris. Padahal, Benn belum bertarung di kelas welterweight sejak 2022 dan harus menghadapi tantangan besar untuk kembali mencapai batas 147 pound.
Ketika ditanya mengenai prediksi Crawford dalam wawancara dengan FightHype, Garcia justru mempertanyakan penilaian mantan juara dunia tersebut.
“Crawford benar benar seorang pembenci. Dia seharusnya sudah keluar dari masa pensiun. Saya rasa saya bisa mengalahkan Crawford. Saya tidak peduli dengan Conor Benn,” kata Garcia.
Komentar tersebut kembali menghidupkan persaingan verbal antara Garcia dan Crawford. Keduanya memang sempat dikaitkan dengan pertarungan besar, tetapi Crawford kini sudah tidak lagi aktif setelah mengumumkan pensiun pada Desember.
Crawford menutup karier profesionalnya dengan salah satu pencapaian terbesar dalam sejarah tinju modern. Pada 2025, ia mengalahkan Saul “Canelo” Alvarez dan menjadi juara dunia tak terbantahkan di tiga kelas berbeda.
Kini, perhatian Crawford tidak lagi tertuju pada persiapan pertarungan, tetapi prediksinya terhadap duel Garcia dan Benn justru membuat namanya kembali masuk dalam perbincangan.
Bagi Ryan Garcia, semua pembicaraan tersebut akan mendapat jawabannya di atas ring. Jika mampu mengalahkan Benn, ia tidak hanya mempertahankan gelar WBC, tetapi juga membuktikan bahwa prediksi Crawford terhadap dirinya tidak tepat.
Artikel Tag: WBC, kelas welter, Terence Crawford, Ryan Garcia, conor benn