Kanal

Karier Pedro Acosta Dikhawatirkan Tak Akan Lama Karena Jadwal Padat MotoGP

Penulis: Abdi Ardiansyah
28 Agu 2026, 09:25 WIB

Pedro Acosta

Berita MotoGP - Carlo Pernat melontarkan peringatan serius mengenai masa depan pembalap muda MotoGP. Menurut mantan agen pembalap tersebut, padatnya kalender dan format Sprint bisa membuat karier Pedro Acosta serta Fermin Aldeguer tidak berlangsung selama generasi sebelumnya.

Format Sprint MotoGP kembali mendapat sorotan. Kali ini, kritik datang dari Carlo Pernat yang menilai jumlah balapan dalam satu musim sudah terlalu membebani pembalap.

Sprint diperkenalkan pada 2023 dengan tujuan meningkatkan aksi di lintasan serta menarik perhatian penonton sepanjang akhir pekan. Berbeda dengan Formula 1 yang hanya menerapkannya pada beberapa seri, MotoGP menggelar Sprint di setiap putaran.

Konsekuensinya pembalap harus menjalani dua balapan dalam satu akhir pekan. Dengan kalender yang terdiri dari 22 Grand Prix pada MotoGP 2026, jumlah start dalam satu musim mencapai 44 kali.

Menurut Pernat, intensitas tersebut tidak hanya meningkatkan risiko kecelakaan, tetapi juga dapat memberikan tekanan psikologis kepada pembalap.

"Jelas, bagi para pembalap ini, memiliki 44 kali start dan mengikuti semua Grand Prix itu sesuatu yang mengganggu pikiran mereka dan, yang terpenting, memberikan tekanan kepada mereka," ujar Pernat dalam kanal YouTube jurnalis MotoGP, Giovanni Zamagni.

Pernat kemudian membandingkan kondisi MotoGP saat ini dengan era sebelumnya. Menurutnya, pembalap pada masa lalu menghadapi jumlah balapan yang jauh lebih sedikit sehingga memiliki beban kompetisi yang tidak sebesar sekarang.

Ia bahkan mengaitkan persoalan tersebut dengan masa depan pembalap muda seperti Pedro Acosta dan Fermin Aldeguer.

"Sejujurnya, banyak pembalap muda saat ini akan pensiun pada usia 30 tahun, menurut saya. Kita tidak akan melihat banyak pembalap muda yang ada sekarang, saya berbicara tentang Aldeguer dan Pedro Acosta. Mereka tidak akan melewati usia 30 tahun, saya jamin," kata Pernat.

Pernyataan tersebut merupakan prediksi dan kekhawatiran Pernat, bukan kepastian mengenai masa depan kedua pembalap.

Pernat juga meminta MotoGP mempertimbangkan kembali jumlah Sprint. Ia menilai Formula 1 telah mengambil langkah lebih hati-hati dengan membatasi jumlah balapan Sprint dalam satu musim.

Meski Sprint memberikan tambahan tontonan bagi penggemar, perdebatan mengenai keseimbangan antara hiburan, keselamatan, dan beban pembalap diperkirakan akan terus berlanjut.

Terlebih, generasi seperti Acosta dan Aldeguer diproyeksikan menjadi wajah utama MotoGP dalam jangka panjang. Jika tuntutan fisik dan mental semakin tinggi, keputusan terkait format kompetisi akan menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga keberlangsungan karier mereka.

Artikel Tag: Carlo Pernat, Pedro Acosta, MotoGP 2026, Fermin Aldeguer

Berita Terkait

Berita Terpopuler Minggu Ini

Berita Terbaru