Usai Kalah, Mikaela Mayer Sesali Perseteruan dengan Chantelle Cameron
Chantelle Cameron dan Mikaela Mayer
Berita Tinju - Mikaela Mayer akhirnya mengaku dirinya terbawa emosi setelah kalah dari Chantelle Cameron dalam pertarungan di Birmingham pada Sabtu (29/8) malam.
Pertarungan berlangsung sengit hingga keputusan juri menjadi penentu. Cameron akhirnya dinyatakan menang melalui keputusan mutlak dengan skor 97 93, 97 93 dan 96 94, sekaligus meningkatkan rekornya menjadi 23 kemenangan dan satu kekalahan dengan delapan kemenangan KO.
Cameron berhasil mempertahankan gelar WBA, WBC dan WBO kelas menengah junior setelah melewati perlawanan ketat Mayer. Namun, suasana panas tidak berhenti ketika bel terakhir berbunyi.
Saat Cameron sedang menjalani wawancara setelah pertandingan, Mayer tiba-tiba menyela dan mengatakan, “Saya mengalahkanmu.” Cameron kemudian memberikan respons yang membuat keduanya terlibat perdebatan. Situasi tersebut bahkan harus dilerai sehingga tidak ada momen saling menghormati seperti yang biasanya terjadi setelah pertarungan.
Padahal, hubungan keduanya selama masa persiapan pertandingan relatif baik. Mereka bahkan sempat menunjukkan sikap saling menghargai sebelum duel berubah menjadi panas. Keduanya juga harus dipisahkan saat sesi timbang badan.
Mayer kemudian menjelaskan bahwa komentar Cameron setelah pertandingan menjadi pemicu emosinya.
“Dalam suasana setelah pertarungan, saya merasa memenangkan pertandingan. Namun, saya tahu pertarungannya sangat ketat dan sebenarnya sudah siap memberikan penghargaan kepadanya saat wawancara serta mengatakan bahwa saya menantikan pertandingan ulang,” ujar Mayer kepada Sky Sports News.
“Tetapi saya mendengar dia berbicara di mikrofon dan menurut saya itu memancing emosi. Ada sesuatu yang muncul dalam diri saya dan saya merasa bertindak dengan cara yang seharusnya tidak saya lakukan,” lanjutnya.
Mayer juga memilih bertanggung jawab atas kekalahannya. Petinju Amerika Serikat dengan rekor 22 kemenangan dan tiga kekalahan itu mengakui dirinya gagal menjalankan rencana pertandingan.
Mayer memulai duel dengan baik melalui jab dan pergerakan kaki yang efektif. Namun, mulai ronde ketiga, ia justru terlibat dalam pertarungan jarak dekat yang lebih menguntungkan Cameron.
“Saya belum menonton ulang pertandingannya, tetapi saya terbuka dengan kemungkinan bahwa duel ini memang terlalu ketat. Saya mengatakan kepada diri sendiri bahwa saya tidak akan membiarkan pertarungan menjadi dekat, tetapi saya gagal melakukannya. Karena itu, saya tidak bisa terlalu kecewa dengan keputusan juri,” kata Mayer.
Mayer memang pernah mengalami kekalahan tipis dari Alycia Baumgardner dan Natasha Jonas, dua hasil yang juga memicu perdebatan. Namun kali ini ia menerima keputusan tersebut dengan lebih lapang.
“Ini bukan malam saya dan saya harus memberikan apresiasi kepadanya atas kemenangan itu. Dia petarung hebat. Sekarang saya hanya ingin memperbaiki kesalahan dan tampil lebih baik,” tutur Mayer.
Kekalahan tersebut membuka kemungkinan pertarungan ulang, terutama setelah ketatnya duel pertama. Namun, sebelum memikirkan rematch, Mikaela Mayer kini memilih mengevaluasi penampilannya dan memperbaiki kesalahan yang membuatnya kehilangan gelar dari Cameron.
Artikel Tag: WBO, WBA, WBC, tinju wanita, Kelas Menengah Junior, Mikaela Mayer, Chantelle Cameron