Sheeraz Protes WBO Tunjuk Janibek Alimkhanuly sebagai Penantang Wajib

Janibek Alimkhanuly meminta Sheeraz berhenti mempermasalahkan keputusan WBO dan langsung menerima tantangannya. (Foto: Fight TV)
Hamzah Sheeraz mengkritik keputusan WBO yang menunjuk Janibek Alimkhanuly sebagai penantang wajib untuk gelar kelas super middleweight miliknya.
Sheeraz tidak keberatan menghadapi siapa pun di atas ring. Namun, ia mempertanyakan mengapa Alimkhanuly langsung mendapat kesempatan menjadi penantang wajib setelah petinju Kazakhstan tersebut naik kelas dari middleweight.
Alimkhanuly (17-0, 12 KO) sebelumnya mengumumkan akan melepas gelar WBO kelas menengah dan naik ke kelas 168 pound. Tidak lama setelah itu, WBO menetapkannya sebagai penantang wajib bagi Sheeraz (24-0-1, 19 KO).
Kedua pihak diberi waktu hingga 3 September untuk mencapai kesepakatan. Jika negosiasi gagal, WBO akan menggelar purse bid untuk menentukan promotor yang berhak menyelenggarakan pertarungan.
Sheeraz menegaskan dirinya tidak takut menghadapi Alimkhanuly. Namun, ia merasa lawannya tidak seharusnya langsung melewati petinju lain yang telah menunggu kesempatan mendapatkan pertarungan perebutan gelar.
Keberatan Sheeraz terutama berkaitan dengan kasus doping yang pernah menjerat Alimkhanuly.
Menjelang pertarungan unifikasi melawan Erislandy Lara pada Desember 2025, Alimkhanuly dinyatakan positif mengonsumsi meldonium, zat yang masuk daftar terlarang.
WBO kemudian menjatuhkan skorsing selama satu tahun kepada Alimkhanuly, tetapi tetap membiarkannya mempertahankan gelar. Berbeda dengan WBO, IBF memilih mencabut gelar milik petinju tersebut.
Skorsing Janibek Alimkhanuly awalnya dijadwalkan berakhir pada Desember. Namun, WBO mengakhirinya lebih cepat pada 20 Juli sehingga ia kembali memenuhi syarat untuk mendapatkan pertarungan melawan Sheeraz.
WBO menyatakan Alimkhanuly merupakan pelanggar pertama dan memiliki rekam jejak yang bersih sebelumnya. Badan tersebut juga menyebut sang petinju telah memenuhi sejumlah persyaratan yang ditetapkan selama masa skorsing.
Keputusan itu membuat Sheeraz kecewa. Ia bahkan menyebut langkah WBO sebagai sesuatu yang buruk bagi tinju karena menurutnya memberikan penghargaan kepada petinju yang pernah gagal dalam tes doping.
"Saya pikir ini sebuah lelucon. Apa yang dilakukan WBO di sini sangat memalukan bagi olahraga tinju," kata Sheeraz dalam Ariel Helwani Show.
Sheeraz sebelumnya berharap mendapatkan pertarungan besar sebelum akhir tahun.
Petinju berusia 27 tahun itu merebut gelar WBO kelas super middleweight yang kosong setelah menghentikan Alem Begic pada ronde kedua, 23 Mei.
Dalam pertahanan gelar pertamanya, Sheeraz tampil kurang meyakinkan ketika hanya menang angka mayoritas atas Simon Zachenhuber pada 25 Juli.
Sementara itu, Alimkhanuly dikenal sebagai petinju dengan kemampuan ofensif yang kuat. Namun, ia belum bertanding sejak menghentikan Anauel Ngamissengue pada ronde kelima pada April tahun lalu.
Saat ini Sheeraz masih mempertimbangkan langkah berikutnya bersama timnya. Ia mengaku berada dalam dilema antara menerima pertarungan tersebut atau mempertahankan prinsipnya sebagai atlet bersih.
Di sisi lain, Janibek Alimkhanuly meminta Sheeraz berhenti mempermasalahkan keputusan WBO dan langsung menerima tantangannya.
"Kalau Anda menyebut diri sendiri juara, buktikan. Hadapi yang terbaik dan tunjukkan kemampuan Anda. Jangan mengeluh di podcast. Masuk ring dan bertarung!" tulis Alimkhanuly melalui akun X miliknya.
Artikel Tag: erislandy lara, janibek alimkhanuly, hamzah sheeraz
Published by Ligaolahraga.com at https://www.ligaolahraga.com/tinju/sheeraz-protes-wbo-tunjuk-janibek-alimkhanuly-sebagai-penantang-wajib
























Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini