Teofimo Lopez Tak Tertarik Rematch dengan Romero Usai Rebut Gelar WBA

Teofimo Lopez
Berita Tinju - Teofimo Lopez sudah menentukan arah kariernya setelah mengalahkan Rolando Romero dalam pertarungan perebutan gelar WBA kelas welter di Las Vegas pekan lalu.
Lopez keluar sebagai pemenang melalui keputusan mayoritas dan sekaligus merebut sabuk juara dunia di kelas ketiga sepanjang kariernya. Meski hasil akhirnya tidak mutlak, jalannya pertandingan secara umum lebih banyak berada dalam kendali petinju berjuluk The Takeover tersebut.
Romero memang sempat memberikan tekanan serius pada ronde kelima. Sebuah pukulan overhand kanan membuat Lopez berada dalam situasi sulit. Namun, Romero gagal memanfaatkan momentum tersebut untuk mengubah jalannya pertandingan.
Setelah ronde keenam, Lopez kembali mampu mengontrol pertarungan dengan pergerakan dan penguasaan jarak yang lebih baik. Kondisi itu membuat peluang Romero mempertahankan gelar WBA semakin kecil.
Bagi Lopez, kemenangan tersebut juga menjadi kebangkitan setelah sebelumnya mengalami kekalahan telak dari Shakur Stevenson pada Januari lalu. Kini, petinju berusia 29 tahun itu ingin menghadapi tantangan yang lebih besar.
Lopez telah menyatakan ketertarikannya untuk menjalani pertarungan unifikasi melawan Devin Haney atau menghadapi pemenang duel Ryan Garcia kontra Conor Benn yang akan berlangsung pada 12 September di T Mobile Arena, Las Vegas.
Sementara itu, kemungkinan rematch melawan Romero tampaknya tidak masuk dalam rencananya. Dalam wawancara bersama Ariel Helwani, Lopez menilai mantan lawannya tidak menunjukkan perkembangan yang cukup untuk mendapatkan kesempatan kedua.
“Untuk mendapatkan rematch, dia harus melakukan lebih dari itu. Menurut saya, kesalahannya adalah tidak memanfaatkan keberhasilannya pada ronde kelima. Setelah itu, dia membiarkan saya mengendalikan pertarungan dan sebagai juara, dia tidak menunjukkan perkembangan berarti di ronde ronde berikutnya,” ujar Lopez.
Lopez juga menekankan pentingnya penguasaan pertandingan bagi seorang petinju yang ingin mencapai level tertinggi.
“Ini soal bagaimana mengendalikan ring, dan dia tidak memilikinya. Bahkan pelatihnya, Ismael Salas, mengatakan bahwa cara seperti itu bukan jalan untuk masuk Hall of Fame,” lanjutnya.
Meski Teofimo Lopez menginginkan pertarungan unifikasi, rencananya bisa saja berubah. Ia berpotensi diwajibkan menghadapi Jack Catterall sebagai penantang wajib WBA. Catterall merebut gelar WBA Regular setelah mengalahkan Shakhram Giyasov melalui keputusan mutlak pada Mei lalu.
Artikel Tag: wba, kelas welter, devin haney, unifikasi, teofimo lopez, ryan garcia, conor benn, jack catterall, rolando romero
Published by Ligaolahraga.com at https://www.ligaolahraga.com/tinju/teofimo-lopez-tak-tertarik-rematch-dengan-romero-usai-rebut-gelar-wba
























Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini