Perjalanan Berliku Josh Kelly: Akankah Mimpi Besarnya Berujung Indah?

Penulis: Hanif Rusli
Jumat 30 Jan 2026, 13:51 WIB - 98 views
Josh Kelly yang sekarang bukan lagi “Pretty Boy” yang dilanda kecemasan. Ia tampil lebih dewasa dan filosofis. (Foto: Fight TV)

Josh Kelly yang sekarang bukan lagi “Pretty Boy” yang dilanda kecemasan. Ia tampil lebih dewasa dan filosofis. (Foto: Fight TV)

Ligaolahraga.com -

Ada masa ketika pekan pertarungan Josh Kelly selalu diwarnai dua hal yang tak lazim bagi seorang petinju: antibiotik dan wiski.

Kombinasi yang jelas tidak ideal, apalagi untuk atlet yang bersiap menghadapi duel hidup-mati di atas ring.

Namun, kala itu Kelly bergulat dengan hipokondria kronis yang parah, membuatnya yakin dirinya akan jatuh sakit menjelang pertarungan besar.

Kecemasan berlebih itu juga merampas tidurnya. Malam-malam tanpa tidur menjadi rutinitas, memunculkan rasa sepi, frustrasi, dan kelelahan mental.

Untuk menenangkan pikiran, wiski menjadi pelarian, sementara antibiotik diminumnya jauh sebelum benar-benar dibutuhkan.

Pelatihnya, Adam Booth, pernah menggambarkan Kelly sebagai sosok yang berubah dari “worrier menjadi warrior”, sebuah gambaran yang menjelaskan betapa berat beban mental yang ia pikul.

Josh Kelly yakin satu-satunya kekalahan dalam kariernya—TKO ronde keenam dari David Avanesyan pada 2021—lebih banyak ditentukan oleh kekacauan menjelang laga ketimbang pertarungan itu sendiri.

Sejak kekalahan tersebut, ia bangkit dengan tujuh kemenangan beruntun dan kini berada di ambang kesempatan terbesar dalam hidupnya: perebutan gelar dunia IBF kelas junior menengah melawan Bakhram Murtazaliev di Newcastle.

Menariknya, laga terpenting Kelly kembali mempertemukannya dengan petinju kelahiran Rusia.

Namun, Kelly yang sekarang bukan lagi “Pretty Boy” yang dilanda kecemasan. Ia tampil lebih dewasa dan filosofis.

Dalam wawancara terbaru, Kelly bahkan berbicara tentang kefanaan hidup, bukan ketakutan akan lawan yang belum terkalahkan.

Ia mengakui bahwa semua ketakutannya dulu hanyalah permainan pikiran. Kini, ia merasa bebas dan bersyukur.

“Dalam skema besar kehidupan, segalanya terasa kecil,” ujarnya, menegaskan bahwa ia akan naik ring dengan rasa menikmati, bukan beban.

Sejak beralih profesional usai Olimpiade Rio 2016, karier Kelly memang berjalan perlahan.

Dari tim Olimpiade Inggris kala itu, beberapa rekannya sudah meraih gelar dunia bahkan pensiun.

Kelly justru menempuh jalan berliku. Namun, tinju adalah soal menunggu momen yang tepat.

Sembilan tahun kemudian, Sabtu (31/1) malam ini bisa menjadi jawaban atas penantian panjang itu.

Jika berhasil, perjalanan rollercoaster Josh Kelly mungkin akhirnya mencapai tujuan impiannya.

Artikel Tag: Josh Kelly, Olimpiade Rio 2016

Published by Ligaolahraga.com at https://www.ligaolahraga.com/tinju/perjalanan-berliku-josh-kelly-akankah-mimpi-besarnya-berujung-indah
Follow Us on Google News
98
Komentar

Terima kasih. Komentar Anda sudah disimpan dan menunggu moderasi.

Nama
Email
Komentar
160 karakter tersisa

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar disini