Nikita Tszyu Nilai Michael Zerafa Meremehkannya dan Pilih Menyerah

Nikita Tszyu (kiri) dan Michael Zerafa bereaksi setelah pengumuman hasil pertarungan. (Foto: Fight TV)
Pertarungan panas antara Nikita Tszyu dan Michael Zerafa di Brisbane, Australia, berakhir antiklimaks, namun justru menyisakan polemik besar.
Dua ronde berjalan, duel sarat dendam itu dihentikan setelah Zerafa menyatakan tak mampu melanjutkan pertandingan, keputusan yang langsung menuai kritik tajam dari berbagai pihak, termasuk kubu Tszyu sendiri.
Manajer tinju Mike Altamura, yang kini menjadi bagian dari tim baru Tim Tszyu, memilih berhati-hati dalam menanggapi situasi tersebut.
Meski enggan menyebut Michael Zerafa “menyerah”, Altamura mengisyaratkan bahwa petinju berpengalaman itu sebenarnya masih bisa melanjutkan pertarungan.
Ia mengaku kecewa karena duel yang telah lama dinantikan, membawa nama besar Tszyu melawan Zerafa, justru berakhir terlalu cepat dan tanpa klimaks yang layak.
Namun, pandangan Nikita Tszyu jauh lebih tegas.
Dalam konferensi pers usai laga, petinju berusia 27 tahun itu secara terang-terangan menyebut Zerafa telah meremehkannya dan memilih jalan keluar saat situasi mulai tidak nyaman.
Menurut Nikita Tszyu, luka di wajah Zerafa memicu kepanikan dan membuka kembali trauma masa lalu, membuat emosinya tak terkendali.
“Saya rasa dia menganggap enteng saya,” ujar Nikita. “Begitu ada rasa sakit dan tekanan, dia langsung mencari jalan keluar. Itu memalukan. Saya tidak merasa lukanya separah itu.”
Insiden bermula saat kedua petinju sudah sama-sama mengalami benturan kepala di ronde kedua.
Zerafa sebelumnya telah mengalami luka di atas mata kiri, lalu kembali terjadi head clash yang membuat wasit Chris Condon menghentikan laga sementara.
Michael Zerafa mengaku kepada dokter ring bahwa penglihatannya terganggu.
Setelah mendapat peringatan konsekuensi dari wasit, pertarungan pun resmi dihentikan sebelum ronde ketiga dimulai.
Masalahnya, setelah laga dihentikan, Zerafa justru membantah bahwa dirinya mundur dari pertarungan.
Ia berdalih bahwa penghentian murni karena masalah penglihatan, meski rekaman siaran dan mikrofon di ring menunjukkan pernyataan sebaliknya.
Sikap itu memperkeruh suasana dan memicu kemarahan Tim Tszyu, yang terlihat sangat emosional di sisi ring.
Ironi situasi ini tak luput dari perhatian publik.
Tim Tszyu sendiri dikenal sebagai petarung yang memilih bertahan meski mengalami luka parah, seperti saat melawan Sebastian Fundora pada Maret 2024.
Pengalaman itu membuat Tim merasa Michael Zerafa memiliki kelemahan mental ketika berada dalam tekanan tinggi.
Bagi Nikita Tszyu, hasil ini sangat mengecewakan. Enam bulan persiapan seolah terbuang percuma, dan malam yang seharusnya menjadi momen terbesar dalam kariernya justru berakhir hambar.
Meski demikian, posisinya di peringkat IBF tetap menjanjikan. Nikita kini berada di peringkat enam penantang teratas dan masih memiliki peluang besar untuk menembus perebutan gelar dunia.
Namun satu hal jelas, kontroversi ini meninggalkan tanda tanya besar: ke mana arah karier Nikita Tszyu setelah akhir mengecewakan dari salah satu laga tinju terbesar Australia dalam satu dekade terakhir?
Artikel Tag: Nikita Tszyu, Michael Zerafa, Tinju, boxing, Brisbane, Australia, Sebastian Fundora, IBF, Tim Tszyu
Published by Ligaolahraga.com at https://www.ligaolahraga.com/tinju/nikita-tszyu-nilai-michael-zerafa-meremehkannya-dan-pilih-menyerah
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini