Lerrone Richards Menangis Usai Kalah Kontroversial dari Albert Ramirez

Lerrone Richards (kiri) yang tampil dominan sepanjang 12 ronde harus menerima hasil split decision yang mengejutkan. (Foto: Fight TV)
Petinju Inggris Lerrone Richards mengaku sangat terpukul setelah mengalami kekalahan kontroversial dari Albert Ramirez dalam perebutan gelar interim kelas berat ringan WBA di Montreal, Kanada.
Richards yang tampil dominan sepanjang 12 ronde harus menerima hasil split decision yang mengejutkan.
Dua juri memberikan kemenangan 115-113 untuk Ramirez, sementara satu juri lainnya menilai Richards unggul 116-112.
Keputusan tersebut langsung memicu perdebatan luas di kalangan penggemar dan pengamat tinju. Banyak yang menilai Richards seharusnya keluar sebagai pemenang setelah mengendalikan sebagian besar jalannya pertarungan.
“Saat keputusan dibacakan, saya yakin sudah memenangkan pertarungan itu,” kata Richards kepada The Ring.
“Saya mendengar kartu nilai pertama 115-113 untuk Ramirez dan langsung berpikir, ‘Ini tidak mungkin terjadi.’ Saya terkejut dan hanya bisa menggelengkan kepala.”
Ketika kartu kedua diumumkan dengan skor 116-112 untuk dirinya, Richards masih merasa penilaian tersebut terlalu ketat dibanding jalannya laga yang ia rasakan.
Namun harapannya pupus saat kartu ketiga kembali memberikan kemenangan kepada Ramirez.
“Saat mendengar skor 115-113 lagi dan kemudian mereka mengatakan ‘masih juara’, saya tidak tahu apa yang terjadi. Tangan saya langsung turun dan semua energi seperti keluar dari tubuh saya. Saya benar-benar syok,” ujarnya.
Perasaan serupa ternyata juga dirasakan banyak pihak yang menyaksikan pertarungan tersebut. Bahkan Ramirez yang dinyatakan menang disebut tidak percaya dengan hasil yang diumumkan.
Menurut Lerrone Richards, petinju Venezuela itu mendatanginya setelah pertandingan dan meminta maaf.
“Ramirez datang dan meminta maaf karena dia tahu dirinya kalah. Dia bahkan mengatakan kepada pelatih saya, Dave Coldwell, bahwa saya memenangkan pertarungan itu,” kata Richards.
Meski menghargai sikap lawannya, Richards mengaku hal tersebut tidak mengurangi rasa sakit yang dirasakannya.
Petinju berusia 33 tahun itu menilai penampilannya merupakan salah satu yang terbaik sepanjang karier profesionalnya. Setelah menonton ulang pertarungan, ia bahkan memberikan skor 118-110 untuk dirinya sendiri.
“Saya mengontrol pertarungan dari awal hingga akhir. Saya lebih banyak mengenai sasaran, bisa bertarung dari luar maupun jarak dekat, dan hampir tidak menerima pukulan bersih,” ujarnya.
Lerrone Richards mengaku sempat merayakan kemenangan begitu bel akhir berbunyi. Ia bahkan naik ke tali ring dan berteriak karena merasa kerja keras selama bertahun-tahun akhirnya membuahkan hasil.
“Saya berpikir hidup saya akan berubah, kehidupan anak-anak saya akan berubah, begitu juga orang tua saya. Saya merasa telah mencapai sesuatu yang selalu saya impikan,” katanya.
Namun semua harapan itu runtuh ketika keputusan juri diumumkan. Richards mengaku tidak mampu menahan emosinya setelah kembali ke ruang ganti.
“Saya berjalan ke ruang ganti seperti zombie. Ketika sampai di sana, saya mulai menangis. Saya pria dewasa dan bukan orang yang mudah menangis, tetapi malam itu saya menangis seperti bayi,” ungkapnya.
Saat ini Lerrone Richards dan tim manajemennya tengah menyiapkan banding kepada WBA. Ia berharap hasil pertandingan ditinjau ulang atau setidaknya mendapatkan kesempatan pertandingan ulang secepat mungkin.
Meski catatan resminya kini bertambah satu kekalahan, Richards tetap mendapat pengakuan dengan masuk ke peringkat kedelapan kelas berat ringan versi The Ring. Sementara Ramirez turun dari peringkat ketiga ke posisi kesembilan.
Artikel Tag: wba
Published by Ligaolahraga.com at https://www.ligaolahraga.com/tinju/lerrone-richards-menangis-usai-kalah-kontroversial-dari-albert-ramirez

























Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini