Kisah Penderita Parkinson yang Latih Pacquiao Jadi Petinju Dunia
Kisah Penderita Parkinson yang Latih Pacquiao Jadi Petinju Dunia
Siapa sangka pelatih dari petinju hebat dunia dari Filipina yang akan bertarung melawan Floyd Mayweather Jr yaitu Manny Pacquiao adalah seorang pengidap penyakit Parkinson? Siapa sangka pelatih dari petinju hebat dunia dari Filipina yang akan bertarung melawan Floyd Mayweather Jr yaitu Manny Pacquiao adalah seorang pengidap penyakit Parkinson?
Terlahir dengan nama Frederick Steven "Freddie" Roach, pria yang juga memiliki julukan Master Roach, La Cucaracha, atau The Choir Boy ini memiliki segudang reputasi yang beberapa di antaranya adalah berhasil menjadi pelatih Juara UFC kelas menengah George St-Pierre, pelatih juara tinju dunia lima kali di empat kelas berbeda Miguel Cotto, dan pelatih mantan juara WBC kelas menengah Julio Cesar Chavez. Ia juga melatih juara dunia di delapan kelas berbeda Manny Pacquiao dan dinobatkan sebagai salah satu pelatih tinju terhebat di dunia oleh Boxing Writers Association of America selama 6 kali berturut-turut.
Di masa mudanya, Freddie juga pernah menjadi seorang petinju profesional. Bersama dengan saudaranya, Pepper dan Joey, dia berhasil memenangkan 10 pertandingan di kelas ringan. Kejayaannya semakin bersinar bersama saudara-saudaranya, sampai muncul julukan Fighting Roach Brothers.
Sayang, kekalahannya dari David Rivello di Lowell Auditorium, Amerika Serikat, ditambah lagi dengan deraan penyakit Parkinson membuatnya harus gantung sarung tinju.
Sebelum memulai karirnya menjadi seorang pelatih tinju, Freddie bekerja sebagai seorang telemarketing dan busboy. Dia menjalani pekerjaan sebagai pelatih tinju sekaligus asisten ‘tanpa gaji’ dari Eddie Futch pada tahun 1986 selama 5 tahun.
Selama menjadi asisten dan mempelajari sisi-sisi kepelatihan tinju, bakatnya sebagai pelatih tinju semakin nampak. Bahkan bersama dengan saudaranya, Pepper, ia berhasil mewujudkan impiannya yaitu memiliki sasana tinju sendiri di Los Angeles yang diberi nama Wild Card Boxing Club.
Walaupun Parkinson yang dideritanya terus menyerang, Freddie tidak pantang menyerah. Sembari melakukan pengobatan berupa injeksi dan latihan pribadi, dia berhasil sedikit demi sedikit mengontrol tubuhnya sendiri, walaupun tidak dengan normal.
Ketika salah satu anak didiknya, Pacquiao akan bertanding dengan petinju dengan reputasi hebat seperti Mayweather, Freddie melakukan segala latihan terbaik untuk pria asal Filipina tersebut. Selama 2 bulan, Pacquiao digembleng di sasana dan diberikan skema pertahanan dan serangan yang efektif. Freddie juga mengatur makanan apa yang harus dikonsumi oleh Pacquiao.
Dia berharap di pertandingan yang akan dilangsungkan di MGM Grand Arena, Las Vegas, Nevada pada tanggal 02 Mei 2015 nanti, Pacquiao akan keluar sebagai juaranya.
Published by Ligaolahraga.com at https://www.ligaolahraga.com/tinju/kisah-penderita-parkinson-yang-latih-pacquiao-jadi-petinju-dunia



















Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini