Judah Sarankan Shakur Stevenson Bertahan di Kelas Super Ringan

Shakur Stevenson
Berita Tinju : Legenda tinju, Zab Judah, memberikan nasihat tegas kepada Shakur Stevenson terkait masa depan kariernya. Ia mengingatkan agar Stevenson tidak terburu-buru naik ke kelas yang lebih berat, karena bisa mengulang kesalahan yang pernah ia alami sendiri.
Stevenson saat ini tengah berada di puncak performa setelah menjadi juara dunia di empat divisi. Gelar terbarunya diraih usai mengalahkan Teofimo Lopez dengan penampilan dominan untuk merebut sabuk WBO kelas super ringan.
Meski tampil impresif, perdebatan soal ukuran tubuh Stevenson tetap menjadi perhatian. Saat menghadapi Lopez di kelas 140 lbs, ia memang terlihat sedikit lebih kecil secara fisik, namun mampu menutupi kekurangan tersebut dengan teknik, kecepatan, dan kecerdasan bertarung.
Situasi inilah yang menjadi sorotan Judah. Mantan juara dunia dua divisi itu menilai Stevenson sebaiknya tidak mengikuti dorongan publik untuk terus naik kelas, terutama ke welterweight yang dihuni petinju dengan postur lebih besar.
“Dia punya rangka tubuh yang kecil. Di 140 lbs, dia bisa mendominasi. Saya dulu juga bertarung di 147, tapi ukuran saya lebih kecil dibanding lawan,” ujar Judah.
Ia menambahkan bahwa kemampuan teknik memang bisa membantu bersaing, tetapi faktor fisik tetap menjadi pembeda di level tertinggi.
“Semua lawan saya waktu itu lebih besar. Skill memang membantu saya bertahan, tapi kenapa harus memberi keuntungan ke lawan? Lebih baik dia tetap di 140 dan jadi raja di sana,” lanjutnya.
Peringatan tersebut cukup beralasan. Di kelas welterweight, Stevenson berpotensi menghadapi petinju seperti Ryan Garcia dan Devin Haney yang secara natural memiliki ukuran tubuh lebih besar, meski keduanya juga pernah bertarung di kelas ringan.
Judah menilai, jika Stevenson tetap bertahan di kelas 140 lbs, peluangnya untuk mendominasi divisi tersebut sangat besar. Bahkan, ia bisa membangun warisan sebagai salah satu petinju terbaik tanpa harus mengambil risiko yang tidak perlu.
Selain itu, opsi turun kembali ke kelas 135 lbs juga masih terbuka, mengingat Stevenson pernah tampil solid di divisi tersebut sebelumnya.
Dengan usia yang masih berada di puncak performa, keputusan berikutnya akan sangat menentukan arah karier Shakur Stevenson. Apakah ia akan mengejar tantangan lebih besar dengan naik kelas, atau memilih membangun dominasi di divisi saat ini, menjadi pilihan krusial yang akan menentukan warisannya di dunia tinju.
Artikel Tag: tinju dunia, kelas welter, kelas super ringan, zab judah, shakur stevenson
Published by Ligaolahraga.com at https://www.ligaolahraga.com/tinju/judah-sarankan-shakur-stevenson-bertahan-di-kelas-super-ringan

























Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini