Jack Catterall Bidik Rolando Romero usai Raih Sabuk Welter WBA "Regular"

Jack Catterall (kanan) sempat menjatuhkan Shakhram Giyasov di ronde pertama. (Foto: Fight TV)
Jack Catterall tampil dominan saat mengalahkan Shakhram Giyasov untuk merebut gelar kelas welter WBA versi “regular” dalam pertarungan yang berlangsung di depan Piramida Giza, Mesir, Sabtu (23/5) waktu setempat.
Petinju asal Inggris itu menang mutlak lewat keputusan juri dengan skor 118-109, 119-108, dan 116-111 setelah menampilkan salah satu performa terbaik dalam kariernya.
Kemenangan tersebut sekaligus membuka peluang bagi Catterall untuk menghadapi juara WBA versi “super”, Rolando Romero.
Jack Catterall langsung mengambil kendali sejak awal laga dengan menjatuhkan Giyasov pada ronde pertama melalui pukulan tangan kiri keras.
Momentum itu menjadi awal dominasi penuh petinju berusia 32 tahun tersebut sepanjang pertandingan.
Mengandalkan jab kanan yang efektif dan kombinasi pukulan cepat, Catterall terus menekan lawannya.
Pukulan tangan kirinya juga beberapa kali merepotkan Giyasov hingga hidung petinju Uzbekistan itu mulai berdarah pada ronde keenam.
Memasuki ronde kelima, Catterall sudah terlihat mengontrol tempo pertarungan.
Ia mampu bergerak lincah sambil melepaskan kombinasi kanan-kiri yang membuat Giyasov kesulitan mengembangkan permainan.
Giyasov yang datang dengan rekor tak terkalahkan akhirnya gagal menemukan ritme.
Setiap kali mencoba melancarkan serangan, Catterall hampir selalu memiliki respons cepat dengan pergerakan kaki dan pertahanan yang disiplin sepanjang duel teknikal tersebut.
Meski begitu, Giyasov sempat memberi perlawanan pada ronde keempat dan ke-11 ketika ia lebih agresif melepaskan pukulan.
Namun Catterall tetap tampil tenang dan tidak kehilangan kontrol pertandingan.
Kemenangan ini menjadi momen penting bagi Jack Catterall yang sebelumnya gagal merebut gelar juara dunia setelah kalah kontroversial dari Josh Taylor pada 2022.
Kini, ia kembali berada di jalur perebutan sabuk juara dunia penuh di kelas welter.
“Saya adalah pria paling bahagia di dunia,” kata Catterall seusai laga.
Ia juga memberikan penghormatan kepada Giyasov yang kembali bertarung setelah lebih dari satu tahun absen dari ring.
“Saya ingin memberi kredit besar kepada Shakhram. Dia sudah lama tidak bertarung dan mengalami banyak hal dalam kehidupan pribadinya. Dia petarung hebat dan sosok yang luar biasa,” ujar Catterall.
Menurutnya, pertarungan tersebut menjadi pembuktian bahwa dirinya mampu bersaing di kelas welter.
“Ini pertarungan ketiga saya di kelas welter. Saya merasa kuat dan nyaman di divisi ini,” lanjutnya.
Promotor Matchroom, Eddie Hearn, mengatakan pihaknya ingin segera mewujudkan duel melawan Romero tanpa harus menunggu batas waktu 180 hari yang kemungkinan akan ditetapkan WBA.
“Kami ingin sabuk penuh. Tidak perlu menunggu 180 hari, 90 hari terdengar lebih baik,” kata Hearn.
Ia juga menilai Jack Catterall pantas mendapat kesempatan perebutan gelar utama setelah selalu menerima lawan-lawan berat sepanjang kariernya.
Artikel Tag: jack catterall
Published by Ligaolahraga.com at https://www.ligaolahraga.com/tinju/jack-catterall-bidik-rolando-romero-usai-raih-sabuk-welter-wba-regular
























Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini