IBF Beri Perpanjangan Negosiasi Duel Dmitry Bivol vs Michael Eifert

Dmitry Bivol (kiri) dan Michael Eifert. (Foto: Fight TV)
Federasi Tinju Internasional atau International Boxing Federation (IBF) memberikan tambahan waktu bagi kubu Dmitry Bivol dan Michael Eifert untuk melanjutkan negosiasi pertarungan perebutan gelar kelas berat ringan.
Sebelumnya, IBF dijadwalkan menggelar proses lelang hak promosi (purse bid) untuk duel tersebut pada Selasa, 3 Maret.
Namun badan tinju itu memutuskan menunda proses tersebut dengan memberikan perpanjangan waktu kepada kedua pihak agar dapat mencapai kesepakatan dalam beberapa hari ke depan.
Eifert merupakan penantang wajib IBF untuk gelar kelas berat ringan yang saat ini dipegang Bivol.
Meski demikian, nama Eifert belum terlalu dikenal luas di kalangan penggemar tinju dibandingkan dengan Bivol yang telah lama menjadi salah satu petinju papan atas di divisi tersebut.
Bi Dmitry Bivol vol saat ini memegang beberapa sabuk juara dunia sekaligus di kelas berat ringan, termasuk gelar versi IBF, World Boxing Association (WBA), dan World Boxing Organization (WBO), serta sabuk juara versi The Ring.
Petinju berusia 35 tahun itu berusaha kembali ke aktivitas bertarung secara bertahap setelah menjalani periode yang cukup berat dalam kariernya.
Pada 2024 dan 2025, Dmitry Bivol menjalani dua pertarungan sengit melawan rival senegaranya, Artur Beterbiev.
Kedua laga tersebut berakhir dengan keputusan juri yang terbelah, sehingga masing-masing petinju mengantongi satu kemenangan.
Setelah dua duel tersebut, pembicaraan sempat berlangsung untuk menggelar pertarungan ketiga atau rubber match antara Bivol dan Beterbiev.
Namun rencana tersebut sempat terhenti setelah Dmitry Bivol menjalani operasi punggung pada Agustus tahun lalu untuk mengatasi cedera cakram tulang belakang yang menonjol (herniated disc).
Promotor Bivol, Eddie Hearn, dalam beberapa kesempatan menyatakan bahwa petinjunya tetap tertarik menjalani pertarungan besar setelah pulih sepenuhnya.
Selain kemungkinan menghadapi kembali Beterbiev, Bivol juga dikaitkan dengan sejumlah nama besar di divisi tersebut.
Beberapa di antaranya termasuk juara dunia WBC, David Benavidez, serta pemegang gelar interim WBO, Callum Smith.
Sementara itu, Eifert mendapatkan status penantang wajib IBF setelah meraih kemenangan angka mutlak atas mantan juara dunia Jean Pascal pada 2023.
Kemenangan tersebut sebenarnya membuka jalan baginya untuk menantang Beterbiev dalam perebutan gelar dunia.
Namun situasi berubah ketika Eifert menerima kesepakatan kompensasi untuk menunda kesempatan bertarungnya.
Kesepakatan itu memungkinkan Beterbiev menghadapi Dmitry Bivol dalam laga penyatuan gelar yang lebih besar.
Sebagai bagian dari kesepakatan tersebut, IBF menjamin bahwa Eifert akan mendapatkan kesempatan menghadapi pemenang pertarungan tersebut.
Selama menunggu kesempatan perebutan gelar, petinju Jerman itu tetap menjaga aktivitasnya di ring. Ia terakhir bertarung pada 24 Agustus 2024 melawan Eduardo Jimenez.
Dalam pertarungan tersebut, Eifert tampil dominan dan menghentikan lawannya hanya dalam dua ronde. Meski demikian, sejak kemenangan KO ronde kedua tersebut, Eifert belum kembali naik ring.
Kini dengan tambahan waktu yang diberikan IBF, kedua kubu diharapkan dapat mencapai kesepakatan sehingga pertarungan perebutan gelar antara Bivol dan Eifert dapat segera dipastikan tanpa perlu melalui proses lelang promosi.
Artikel Tag: ibf, dmitry bivol
Published by Ligaolahraga.com at https://www.ligaolahraga.com/tinju/ibf-beri-perpanjangan-negosiasi-duel-dmitry-bivol-vs-michael-eifert
























Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini