Fabio Wardley Perlu Bangkit Setelah Dua Kali Kalah dari Daniel Dubois

Fabio Wardley perlu memperbaiki pengaturan jarak, disiplin bertahan, dan kemampuannya menghindari pertukaran pukulan yang tidak perlu. (Foto: Fight TV)
Fabio Wardley dinilai masih memiliki peluang untuk kembali bersaing di level tertinggi tinju kelas berat meski mengalami kekalahan knockout kedua dari Daniel Dubois.
Petinju Inggris berusia 31 tahun itu disarankan mengambil waktu untuk memulihkan kondisi fisik dan mental serta memperbaiki pertahanannya sebelum kembali menghadapi lawan elite.
Fabio Wardley gagal merebut kembali gelar juara dunia kelas berat versi WBO setelah kalah dari Dubois dalam duel ulang di O2 Arena, London, akhir pekan lalu.
Pertarungan berakhir pada ronde kedua ketika tim Wardley melempar handuk setelah petinjunya terus menerima tekanan.
Dubois menjatuhkan Wardley hanya 17 detik setelah bel pembuka berbunyi. Wardley kesulitan mengembangkan serangan dan tidak mampu menghentikan lawannya yang terus maju.
Kekalahan tersebut membuat rekor Fabio Wardley menjadi 20 kemenangan, dua kekalahan, dan satu hasil imbang. Kedua kekalahannya berasal dari Dubois.
Pada pertemuan pertama mereka pada Mei, Wardley sempat menjatuhkan Dubois pada ronde pertama dan kembali menjatuhkannya pada ronde ketiga. Namun, Dubois bangkit dan akhirnya menghentikan Wardley pada ronde ke-11.
Performa tersebut membuat Wardley yakin dapat membalikkan keadaan dalam duel ulang, tetapi hasil pertandingan kedua berlangsung jauh lebih timpang.
Meski demikian, dua kekalahan itu tidak menghapus pencapaian Wardley yang berhasil merebut gelar dunia melalui perjalanan profesional yang tidak biasa.
Ia tidak memiliki latar belakang amatir panjang seperti banyak petinju lain dan mengembangkan kemampuannya selama berkarier sebagai petinju profesional.
Kekuatan pukulan, atletisisme, dan determinasi membawanya meraih kemenangan penting, termasuk atas Frazier Clarke dan Joseph Parker.
Namun, dua kekalahan dari Dubois memperlihatkan kelemahan dalam pertahanan Wardley, terutama ketika menghadapi pukulan keras dari petinju kelas dunia.
Untuk pertarungan berikutnya, Jermaine Franklin dapat menjadi pilihan yang masuk akal. Franklin memiliki daya tahan dan pengalaman menghadapi Anthony Joshua serta Dillian Whyte.
Ia dapat menguji stamina Wardley sekaligus memberinya kesempatan membangun kembali kepercayaan diri.
Alternatif lain adalah Otto Wallin, petinju kidal asal Swedia yang memiliki pengalaman menghadapi sejumlah nama besar.
Gaya bertarung dan pergerakannya dapat memaksa Wardley lebih mengandalkan teknik tinju ketimbang kekuatan pukulan semata.
Duel melawan Derek Chisora juga berpotensi menarik perhatian publik Inggris, tetapi pertarungan keras lainnya mungkin tidak menjawab persoalan utama Wardley.
Sementara itu, menghadapi prospek Moses Itauma dinilai terlalu berisiko untuk saat ini.
Fabio Wardley perlu memperbaiki pengaturan jarak, disiplin bertahan, dan kemampuannya menghindari pertukaran pukulan yang tidak perlu.
Ia juga dapat belajar dari Dubois, yang pernah mengalami kekalahan dari Joe Joyce dan Oleksandr Usyk sebelum kembali menjadi juara dunia.
Kekalahan terbaru Wardley tidak harus menentukan sisa kariernya. Namun, keputusan yang diambil dalam 12 bulan mendatang akan sangat berpengaruh terhadap peluangnya kembali merebut gelar juara dunia.
Artikel Tag: oleksandr usyk, daniel dubois, fabio wardley
Published by Ligaolahraga.com at https://www.ligaolahraga.com/tinju/fabio-wardley-perlu-bangkit-setelah-dua-kali-kalah-dari-daniel-dubois
























Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini