Canelo Alvarez Berharap Bisa Kembali Bertarung Lawan Terence Crawford

Canelo Alvarez (kanan) kalah angka mutlak dari Terence Crawford pada September 2025 dan kehilangan gelar juara sejati kelas menengah super. (Foto: Fight TV)
Canelo Alvarez menilai pertarungan ulang melawan Terence Crawford sebagai duel terbesar yang bisa digelar di dunia tinju.
Meski kini bersiap menghadapi juara kelas menengah super WBC Christian Mbilli pada 31 Oktober di Arab Saudi, petinju Meksiko itu masih berharap mendapat kesempatan membalas kekalahannya dari Crawford.
Canelo Alvarez kalah angka mutlak dari Terence Crawford pada September 2025 dan kehilangan gelar juara sejati kelas menengah super.
Tiga bulan kemudian, Crawford mengumumkan pensiun sehingga rencana pertarungan ulang yang sempat menjadi pembicaraan publik tidak terwujud.
Alvarez, yang kini berusia 36 tahun, tetap meyakini hasil pertemuan kedua mereka akan berbeda. Namun, Crawford yang berusia 39 tahun belum menyatakan kesediaannya untuk kembali naik ring.
“Saya berharap pertarungan itu bisa terjadi lagi. Menurut saya, tinju membutuhkan duel tersebut. Tidak ada pertarungan yang lebih besar dari itu. Jika tidak terwujud, saya mendoakan yang terbaik untuknya,” kata Canelo Alvarez dalam wawancara dengan Mike Coppinger dari The Ring.
Alvarez juga menilai dirinya memiliki rekam jejak bagus dalam pertarungan ulang.
Ia mengaku telah menonton kembali duel melawan Terence Crawford sekitar lima kali untuk mempelajari kesalahan yang berujung pada kekalahan.
“Pertarungannya sangat ketat. Selisihnya tidak jauh. Perbedaan antara menang dan kalah sangat tipis. Namun, saya tahu apa yang terjadi dan kesalahan yang saya buat. Crawford adalah petinju hebat, sehingga Anda harus berada dalam kondisi 100 persen untuk menghadapinya,” ujarnya.
Sebulan setelah pertarungan tersebut, Alvarez menjalani operasi pada siku kirinya.
Ia memiliki rekor profesional 63 kemenangan, tiga kekalahan, dan dua hasil imbang, termasuk 39 kemenangan melalui knockout.
Alvarez tidak memilih pertarungan pemanasan sebelum menghadapi Mbilli, yang belum terkalahkan dengan catatan 29 kemenangan, satu hasil imbang, dan 24 knockout.
Pertarungan mereka akan menjadi laga utama dalam acara bertajuk “Mexico vs. The World” di Riyadh. DAZN menyediakan tayangan bagi pelanggan paket Ultimate dan melalui sistem bayar per tayang.
Alvarez menyadari Mbilli merupakan lawan agresif yang gemar menekan dan melepaskan banyak pukulan. Namun, ia menganggap karakter bertarung tersebut justru bisa menghasilkan duel menarik.
“Dia lapar akan kemenangan, terus maju, dan melepaskan banyak pukulan. Dia seorang juara. Namun, saya datang untuk menang. Saya sudah sering berada dalam situasi seperti ini, jadi ini bukan hal baru bagi saya,” kata Alvarez.
Ia juga memperkirakan Mbilli tidak akan memilih strategi bertahan untuk sekadar bertahan hingga akhir pertandingan.
Menurut Alvarez, gaya agresif petinju Kamerun-Prancis tersebut membuka peluang terciptanya pertarungan yang menghibur.
“Saya menyukai gagasan bahwa dia akan terus menekan saya. Saya akan menghadapinya. Dia petarung yang sangat agresif dan terus maju. Gaya seperti itu membuat saya bersemangat karena bisa menghasilkan pertarungan yang bagus. Duel ini bahkan bisa menjadi Fight of the Year,” ujar Alvarez.
Artikel Tag: canelo Álvarez, terence crawford, christian mbilli
Published by Ligaolahraga.com at https://www.ligaolahraga.com/tinju/canelo-alvarez-berharap-bisa-kembali-bertarung-lawan-terence-crawford
























Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini