Brandon Glanton Kejar Momen Bersejarah Lawan Jai Opetaia

Bagi Brandon Glanton, laga melawan Opetaia akan menjadi kesempatan pertamanya tampil dalam pertarungan perebutan gelar. (Foto: Fight TV)
Petinju kelas penjelajah asal Amerika Serikat, Brandon Glanton, memandang pertarungannya melawan Jai Opetaia sebagai momen terpenting dalam karier profesionalnya.
Glanton akan menghadapi Opetaia dalam duel 12 ronde pada Minggu malam di Meta APEX, Las Vegas.
Bagi petinju berjuluk “Bulletproof” itu, pertarungan tersebut bukan sekadar kesempatan menghadapi salah satu petinju terbaik di divisi cruiserweight, tetapi juga peluang untuk mengukir nama dalam sejarah olahraga tinju.
“Semua orang pasti akan mati dalam kehidupan fisik,” kata Brandon Glanton kepada The Ring. “Tapi ada kematian kedua, yaitu ketika orang berhenti membicarakan kita. Floyd Mayweather, Mike Tyson, Muhammad Ali, mereka tidak akan pernah benar-benar mati karena nama mereka ada di buku sejarah. Ini kesempatan saya untuk hidup selamanya.”
Opetaia (29-0, 23 KO) datang ke pertarungan ini dengan status juara The Ring di kelas penjelajah.
Meski sempat memegang sabuk IBF, organisasi tersebut memutuskan tidak memberikan sanksi resmi terhadap duel melawan Glanton.
Dalam laga ini, Opetaia dan Glanton akan memperebutkan sabuk perdana Zuffa Boxing serta gelar The Ring milik petinju Australia tersebut.
Brandon Glanton (21-3, 18 KO) saat ini berada di peringkat ke-10 dalam daftar penantang kelas penjelajah versi The Ring.
Meski telah menjalani banyak pertarungan profesional, laga melawan Opetaia akan menjadi kesempatan pertamanya tampil dalam pertarungan perebutan gelar.
Petinju berusia 34 tahun itu sebelumnya mengalami kekalahan angka mutlak dari mantan juara dunia WBO, Chris Billam-Smith, pada April lalu di Tottenham Hotspur Stadium, London.
Dalam pertarungan tersebut, Glanton kalah dengan skor 116-112, 116-112, dan 116-113.
Brandon Glanton mengakui tidak puas dengan penampilannya saat menghadapi Billam-Smith.
Namun ia percaya pengalaman dari pertarungan tersebut akan membantunya menghadapi tekanan yang akan diberikan Opetaia.
“Dia petinju eksplosif, kuat, dan cepat. Dia memiliki semua kualitas itu,” ujar Glanton. “Saya yakin dia akan menguji saya secara mental dan fisik. Tapi memang begitu kalau kita menghadapi yang terbaik. Kalau punya mimpi besar, kita harus melakukan hal besar.”
Sementara itu, Opetaia sempat kesulitan mewujudkan pertarungan unifikasi melawan juara WBA dan WBO, Gilberto Ramirez.
Petinju asal Australia tersebut akhirnya menjalani beberapa pertarungan melawan penantang pilihan dan mencatat kemenangan KO atas Jack Massey, David Nyika, Claudio Squeo, dan Huseyin Cinkara.
Opetaia merebut kembali sabuk IBF pada Mei 2024 setelah mengalahkan mantan juara dunia Mairis Briedis melalui keputusan mutlak dalam duel ulang mereka.
Meski menghormati pencapaian lawannya, Glanton menegaskan bahwa semua catatan tersebut tidak akan mempengaruhi pendekatannya di ring.
“Saya tidak peduli siapa yang pernah dia hadapi,” kata Glanton. “Ini pertarungan dan saya harus bertarung untuk hidup saya. Dia manusia biasa, saya juga manusia biasa. Dia menang 29 kali berturut-turut, dan itu yang harus saya hadapi.”
Artikel Tag: ibf, jai opetaia
Published by Ligaolahraga.com at https://www.ligaolahraga.com/tinju/brandon-glanton-kejar-momen-bersejarah-lawan-jai-opetaia
























Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini