Artur Subkhankulov Dekati Perebutan Gelar Dunia IBF Kelas Ringan

Artur Subkhankulov menegaskan perebutan gelar dunia merupakan impian sejak kecil dan kini tinggal selangkah lagi. (Foto: Fight TV)
Petinju Rusia tak terkalahkan Artur Subkhankulov semakin dekat dengan kesempatan merebut gelar dunia kelas ringan IBF.
Petinju berusia 34 tahun itu kini menempati peringkat kedua IBF setelah meraih kemenangan penting atas Bakhodur Usmonov.
Subkhankulov menghentikan Usmonov pada ronde ke-12 dalam pertarungan 24 April. Ia harus mengerahkan pengalaman dan daya tahannya untuk mengatasi lawan yang memiliki kemampuan bergerak dengan baik.
Dalam pertarungan tersebut, Subkhankulov menjatuhkan Usmonov sebanyak empat kali sebelum memastikan kemenangan pada ronde terakhir.
Hasil itu memperbaiki rekornya menjadi 12 kemenangan tanpa kekalahan, dengan enam kemenangan melalui knockout.
"Pertarungan melawan Usmonov cukup sulit. Pada hari pertama sesi sparring di pemusatan latihan, saya mengalami luka di alis yang kemudian kembali terbuka pada sesi berikutnya," kata Artur Subkhankulov kepada The Ring.
Menurutnya, tekanan yang terus diberikan secara perlahan menguras tenaga Usmonov. Subkhankulov merasa lawannya semakin kesulitan menghadapi tekanan hingga akhirnya ia mampu mencetak penghentian pada ronde terakhir.
"Saya bisa merasakan bahwa saya mulai menguras tenaganya dan tekanan saya membuatnya kewalahan. Saya tahu hanya masalah waktu sebelum pertarungan berakhir. Itu menjadi momen terbaik saya di tinju profesional sejauh ini," ujarnya.
Setelah pertarungan, Artur Subkhankulov mengambil waktu untuk beristirahat dan memulihkan kondisi fisik serta mental.
Ia menghabiskan waktu di kawasan pantai sebelum kembali berlatih untuk mempersiapkan kemungkinan bertanding pada November.
Promotornya, Pete Maniatis, sempat berusaha mencarikan lawan berkualitas. Namun, rencana tersebut belum terwujud setelah sejumlah petinju menolak kesempatan menghadapi Subkhankulov.
"Setelah pertarungan melawan Usmonov, IBF menawarkan Artur kesempatan untuk bertarung demi posisi penantang wajib. Pertarungan itu seharusnya berlangsung di Ufa, Rusia, pada November," kata Maniatis.
Namun, empat petinju teratas IBF menolak kesempatan tersebut. Situasi itu membuat Subkhankulov kini berpeluang langsung masuk dalam perebutan gelar dunia.
Juara IBF kelas ringan saat ini adalah Raymond Muratalla, yang mempertahankan sabuknya setelah mengalahkan Robson Conceicao pada 1 Agustus. Namun, Subkhankulov mengaku tidak terkesan dengan pertarungan tersebut.
"Saya tidak terlalu menyukai pertarungan Muratalla dan Conceicao. Rasanya lebih seperti sparring, tanpa ketegangan," ujar Subkhankulov.
Muncul kabar Muratalla mungkin mengosongkan gelar dan naik ke kelas junior welter. Subkhankulov tidak mempermasalahkan siapa yang akan menjadi lawannya.
"Saya siap bertarung, baik melawan Muratalla maupun untuk gelar yang lowong. Bagi saya, tidak banyak perbedaan," katanya.
Artur Subkhankulov menegaskan perebutan gelar dunia merupakan impian sejak kecil dan kini tinggal selangkah lagi. Ia bertekad menjaga fokus pada latihan, pola makan dan persiapan agar siap ketika kesempatan datang.
Maniatis juga memastikan Subkhankulov siap menghadapi siapa pun. Jika Muratalla bertahan di kelas ringan, ia siap menghadapi sang juara.
Namun, jika Muratalla benar-benar naik kelas, Subkhankulov berpeluang bertarung dalam perebutan gelar IBF yang lowong.
Artikel Tag: raymond muratalla
Published by Ligaolahraga.com at https://www.ligaolahraga.com/tinju/artur-subkhankulov-dekati-perebutan-gelar-dunia-ibf-kelas-ringan

























Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini