Thanasi Kokkinakis Ungkap Bekas Luka Mengejutkan

Thanasi Kokkinakis [kanan] [image: Tennis Australia]
Berita Tenis: Petenis berkebangsaan Australia, Thanasi Kokkinakis tidak pernah merasa ragu untuk mengungkapkan beban fisik yang ditanggung kariernya akibat cedera.
Namun, pekan ini petenis berusia 30 tahun mengungkapkan semuanya. Selama wawancara, ia menyingsingkan lengan bajunya dan menunjukkan bekas luka besar yang memanjang di dadanya, bekas luka cedera otot dada yang diam-diam telah mengubah cara bermainnya saat ini.
“Saya merasakan sesuatu di dada saya selama tahap akhir kualifikasi Australian Open musim 2019. Mereka mengatakan kepada saya bahwa itu mungkin cedera otot. Di pertandingan berikutnya, entah bagaimana saya memenangkan set pertama. Saya pergi ke ruang ganti dan melihat sesuatu menonjol keluar dari dada saya,” kenang Kokkinakis.
Cedera tersebut terjadi pada babak kualifikasi Australian Open musim 2019 dan petenis peringkat 460 dunia menggambarkan momen kejadian tersebut dengan sangat detail.
“Otot itu benar-benar tertarik dan pecah. Saat ini, saya hanya memiliki setengah dari otot dada saya. Operasi yang mereka lakukan pada saya belum pernah dilakukan sebelumnya dalam tenis,” jelas Kokkinakis.
Petenis berkebangsaan Australia mengungkapkan bahwa pertandingan yang lebih panjang masih menimbulkan efek samping yang aneh dan menyakitkan.
“Saat saya bermain, jika pertandingan berlangsung lama, gumpalan jaringan parut akan terbentuk, terisi darah, dan dada saya akan membengkak. Rasanya seperti memiliki bola golf di dada saya,” lanjut Kokkinakis.
Itu adalah kondisi yang sekarang ia kelola dari pertandingan ke pertandingan, menyadari bahwa memaksakan diri terlalu keras pada pukulan dapat berisiko menyebabkan kerusakan lebih lanjut, tetapi ia tetap terus berkompetisi di level tertinggi.
Ia mencapai peringkat tertinggi dalam kariernya sampai saat ini di peringkat 65 dunia pada November 2023. Tetapi tidak lama kemudian, peringkatnya merosot dan ia mendapati dirinya berada di luar peringkat 400 besar dunia pada awal musim ini.
Saat ini, ia berada di peringkat 460 dunia, dengan hanya melakoni lima pertandingan penuh di nomor tunggal. Ia telah mengundurkan diri di tengah pertandingan dari beberapa turnamen karena cedera, tetapi tidak berhenti bermain tenis.
Ketangguhan tersebut telah membantunya mendefinisi karier yang diwarnai cedera, tetapi pada saat yang sama, itu bukan tanpa alasan. Ia telah memberikan beberapa momen luar biasa di sepanjang kariernya, seperti mengalahkan Roger Federer di Miami dan memenangkan gelar turnamen ATP pertamanya di tanah kelahirannya, Adelaide, serta gelar Australian Open nomor ganda putra pada musim 2022 bersama teman dekatnya, Nick Kyrgios.
Pertarungan tersebut kembali menjadi sorotan di Wimbledon bulan ini, ketika ia bergabung dengan petenis AS, Aleksandar Kovacevic dalam apa yang terbukti menjadi penampilan ganda terbaik dalam kariernya, selain di Australian Open 2022. Masuk sebagai petenis pengganti setelah kakak beradik Cerundolo mengundurkan diri, mereka menyingkirkan tiga pasangan unggulan, termasuk pasangan unggulan ke-14, Nikola Mektic dan Austin Krajicek di perempatfinal, sebelum akhirnya kalah dari pasangan unggulan pertama, Harri Heliovaara dan Henry Patten di semifinal.
Perjalanan kariernya di nomor tunggal tidak terkecuali, meskipun ia kalah. Ia memaksa petenis unggulan kesepuluh, Alexander Bublik bermain hingga lima set di babak pertama. Di usia 30 tahun, ia kini memfokuskan perhatiannya pada turnamen hard-court di Amerika Utara dan menegaskan bahwa kesuksesan di nomor ganda memang disambut baik, tetapi bukan prioritas utamanya.
“Saya sangat menikmati nomor ganda. Itu bukan fokus permainan saya, apa pun yang terjadi di lapangan nomor ganda adalah bonus,” tutur Kokkinakis.
“Nomor tunggal adalah tempat saya ingin memiliki tujuan dan berkembang. Saya pikir nomor ganda bagus untuk meraih gelar dan melaju jauh di Grand Slam, tetapi bagi saya fokus saya tetap pada nomor tunggal.”
Dengan peluang tampil di US Open untuk kali pertama setelah lebih dari dua musim, Kokkinakis menolak untuk menerima bahwa cedera otot dada yang robek sebagian dapat menghentikannya mencapai tujuan yang telah ia tetapkan untuk dirinya sendiri.
Artikel Tag: australian open, wimbledon, thanasi kokkinakis, alexander bublik
Published by Ligaolahraga.com at https://www.ligaolahraga.com/tenis/thanasi-kokkinakis-ungkap-bekas-luka-mengejutkan
























Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini