Taylor Fritz Tolak Letakkan Raket Di Tengah Cedera Lutut Jelang US Open

Taylor Fritz [image: reuters]
Berita Tenis: Performa Taylor Fritz di grass-court telah mengarah pada sesuatu yang besar. Ia mencapai final di Stuttgart dan Halle, dan hanya kehilangan satu set dalam perjalanan ke perempatfinal Wimbledon.
Kemudian lutut petenis AS, masalah yang pertama kali muncul sebagai peradangan ringan di Tokyo musim lalu sebelum memburuk di ATP Finals, memaksanya meminta jeda untuk alasan medis saat melawan Alexander Zverev dan berperan penting dalam kekalahannya di Wimbledon musim 2026. Alih-alih beristirahat, ia langsung mendaftar untuk Washington Open.
“Saya sudah banyak bicara tentang lutut saya,” ungkap Fritz dalam sebuah wawancara dengan Tennis TV. “Saya rasa setelah istirahat beberapa waktu, lutut saya mulai terasa lebih baik, jadi kita lihat saja seberapa banyak tenis yang bisa ditanganinya.”
“Lutut saya akan terus menjadi lebih kuat seiring saya terus berlatih dan melakukan rehabilitasi setiap hari. Jadi, pada titik tertentu, lutut saya bisa terasa mengganggu saat bermain tenis dalam waktu lama. Tetapi pada akhirnya, saya lebih suka bermain dan jika sudah sampai pada titik itu, ya sudah.”
Lututnya telah menjadi masalah sejak musim lalu. Ia mengungkapkan bahwa ia mengalami tendinitis di ATP Finals musim 2025, mengakui lututnya "benar-benar rusak" setelah kalah di babak penyisihan grup dari Carlos Alcaraz. Ia kembali beraksi di Australian Open musim 2026 dan tetap aktif selama beberapa bulan, hingga semuanya kembali memburuk di Miami Open, di mana kekalahan dari Jiri Lehecka diikuti oleh absen hampir selama dua bulan.
Absennya sang petenis hampir membuatnya kehilangan seluruh musim clay-court. Ia kembali di Jenewa dan kalah di babak pertama dari Alexei Popyrin, kemudian mengalami kekalahan awal lagi dari Nishesh Basavareddy di babak pertama French Open, meskipun skor pertandingan tersebut tidak dapat diandalkan.
Mantan petenis peringkat 4 dunia menyelesaikan musim clay-court tanpa kemenangan. Musim grass-court mengubah segalanya dengan cepat, meskipun masalah lutut yang muncul kembali di Wimbledon merupakan pukulan telak setelah semua yang telah ia bangun.
Saat ini menghuni peringkat 10 dunia sekaligus menjadi petenis unggulan ketiga di Washington, petenis tuan rumah memilih hard-court untuk menguji seberapa kuat lututnya mampu menahan beban saat ini.
Petenis berusia 28 tahun, Fritz memulai Washington Open dengan kemenangan 6-3, 6-4 atas petenis berkebangsaan Belgia, Zizou Bergs dan membukukan laga babak kedua melawan petenis berkebangsaan Polandia, Kamil Majchrzak.
Artikel Tag: wimbledon, taylor fritz, washington open
Published by Ligaolahraga.com at https://www.ligaolahraga.com/tenis/taylor-fritz-tolak-letakkan-raket-di-tengah-cedera-lutut-jelang-us-open

























Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini