Novak Djokovic Tak Terlibat Protes, Tapi Siap Perjuangkan Hak-Hak Petenis

Novak Djokovic [image: getty images]
Berita Tenis: Novak Djokovic mengakui bahwa ia tidak akan berpartisipasi dalam protes perebutan hadiah uang untuk Grand Slam, tetapi ia bersikeras akan memperjuangkan hak-hak petenis.
Petenis berkebangsaan Serbia berbicara di Roland Garros, Paris, tempat ia menjadi juara sebanyak tiga kali dan sedang berupaya meraih gelar keempatnya di Paris sekaligus gelar Grand Slam ke-25 dalam kariernya.
Grand Slam selalu lebih berarti bagi mantan petenis peringkat 1 dunia dan ia sekali lagi menegaskan bahwa ia memprioritaskan Grand Slam di tengah keraguan yang muncul mengenai kesehatannya.
“Grand Slam selalu menjadi prioritas saya,” ungkap Djokovic seperti dikutip oleh Jose Morgado dalam konferensi pers pra-turnamen di Roland Garros.
“Saya berusaha sebaik mungkin untuk berada dalam kondisi yang cukup baik untuk bermain dalam format lima set terbaik selama dua pekan. Mari kita lihat apakah itu mungkin, tetapi saya tidak sabar untuk berada di lapangan.”
Meskipun satu-satunya pertandingan petenis berkebangsaan Serbia di clay-court musim ini adalah kekalahan di babak pertama Italian Open, Roma melawan Dino Prizmic, ia masih merasa optimis tentang peluangnya di French Open dan berbicara tentang absennya Carlos Alcaraz.
“Saya ingin pergi ke Roma dan mencoba meskipun masih jauh dari siap untuk berkompetisi,” aku Djokovic. “Saya setidaknya membutuhkan satu pertandingan. Persiapan dalam sepuluh hari terakhir berjalan positif. Jadi, inilah saya!”
“Ia – Alcaraz – adalah juara bertahan dua kali. Sungguh suatu pukulan besar bagi turnamen karena ia tidak ada, tetapi itu tidak mengubah pendekatan saya terhadap turnamen ini. Prioritas utama saya adalah kondisi tubuh saya. Jika saya sehat di sepanjang turnamen, saya juga memiliki peluang yang sangat bagus, seperti yang saya tunjukkan di Australia.”
Petenis berusia 39 tahun tidak pernah bisa diremehkan di Grand Slam, tetapi jelas bukan favorit di French Open musim ini. Favoritnya adalah Jannik Sinner yang telah mendominasi di musim clay-court 2026 setelah ia memenangkan setiap turnamen yang diikutinya.
Berbicara tentang petenis peringkat 1 dunia, Sinner, petenis berkebangsaan Serbia tidak menutupi kekagumannya dengan apa yang telah dicapainya sejauh ini di clay-court.
“Luar biasa. Ia – Sinner – mengesankan di semua permukaan,” komentar Djokovic. “Ia telah membuktikan bahwa ia juga bisa dominan di clay-court. Sebagai salah satu dari dua petenis yang memenangkan semua gelar Masters, saya tahu betapa sulitnya itu. Ia juga mengincar Career Grand Slam – memenangkan keempat Grand Slam – di sini. Tanpa Carlos di sini, peluangnya meningkat.”
Terakhir, topik besar telah terjadi di luar lapangan, dengan beberapa petenis melakukan protes dengan membatasi waktu yang diberikan kepada jurnalis terkait persentase peningkatan hadiah uang di Grand Slam.
Petenis berkebangsaan Serbia mengungkapkan bahwa ia tidak berpartisipasi dalam protes tersebut tetapi akan selalu berjuang untuk masa depan yang lebih baik bagi para petenis.
“Saya bukan bagian dari proses, rencana, atau pengambilan keputusan. Jadi, saya sama sekali bukan bagian dari itu dan saya tidak dapat berkomentar tentang itu,” tukas Djokovic.
“Hal yang bisa terus saya lakukan adalah membela para petenis, seperti yang selalu saya lakukan. Bukan hanya petenis terbaik. Tetapi juga petenis peringkat bawah.”
Sementara itu, Djokovic akan memulai kampanyenya di French Open dengan melawan petenis tuan rumah, Giovanni Mpetshi Perricard.
Artikel Tag: novak djokovic, french open, jannik sinner, carlos alcaraz
Published by Ligaolahraga.com at https://www.ligaolahraga.com/tenis/novak-djokovic-tak-terlibat-protes-tapi-siap-perjuangkan-hak-hak-petenis
























Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini