Lumpuhkan Leylah Annie Fernandez, Diana Shnaider Naik Podium Juara Di Tokyo

Diana Shnaider [image: wta]
Berita Tenis: Petenis unggulan ketiga, Diana Shnaider tampak melaju mulus menuju gelar pertamanya pada musim 2026 setelah unggul 6-4, 4-0 di final Pan Pacific Open, Tokyo.
Namun, situasi justru menjadi rumit bagi petenis berusia 22 tahun. Lawannya asal Kanada, Annie Fernandez bangkit dengan penuh semangat setelah ia memenangkan tujuh dari delapan game berikutnya demi merebut set kedua dengan skor dan memaksakan digelarnya set penentu.
Runner up US Open musim 2021, Annie Fernandez membawa momentum tersebut ke set ketiga, setelah ia memenangkan service gamenya sebelum mendapatkan tiga peluang break point saat petenis unggulan ketiga memegang servis.
Namun, petenis unggulan ketiga berhasil mengamankan ketiga peluang tersebut demi menyamakan kedudukan menjadi 1-1. Setelah kedua petenis saling memenangkan service game masing-masing, petenis unggulan ketiga mematahkan servis petenis berkebangsaan Kanada di game kelima dan memenangkan tiga game berikutnya untuk memastikan kemenangan 6-4, 5-7, 6-2 di final Pan Pacific Open dalam waktu 2 jam 18 menit.
Kemenangan di final Pan Pacific Open menandai gelar pertama petenis berusia 22 tahun pada musim ini sekaligus gelar keenam dalam kariernya.
Petenis yang sebelumnya kalah di keempat semifinal yang ia capai musim ini, kini telah memenangkan enam final secara berturut-turut. Satu-satunya kekalahan yang ia alami di final turnamen WTA terjadi di final pertama dalam kariernya, yaitu final Ningbo Open musim 2023, saat ia takluk di tangan petenis berkebangsaan Tunisia, Ons Jabeur.
Empat dari enam gelar yang telah ia raih kini dimenangkan di hard court, termasuk gelar turnamen WTA level 500 ketiga dalam kariernya yang ia peroleh di Tokyo hari ini.
"Pertama-tama, saya ingin mengucapkan selamat kepada Leylah atas pekan yang luar biasa serta berbagai pencapaian hebat di sepanjang rangkaian turnamen di Asia ini," ujar Shnaider dalam upacara penyerahan trofi di lapangan.
"Selamat untukmu, pelatihmu, dan keluargamu di rumah. Teruslah berjuang dan saya berharap bisa sering melihatmu lagi di babak final seperti ini di masa depan."
"Saya juga ingin berterima kasih sekaligus memberikan selamat kepada pelatih saya yang hadir di sini, karena kami berhasil meraih gelar juara pertama kami musim ini. Ini sangat berarti bagi kami, sungguh sebuah pencapaian yang luar biasa dan penutup musim yang manis. Saya juga ingin mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada keluarga saya yang menyaksikan dari rumah, saya sangat bahagia."
Setelah kalah dalam dua pertemuan pertamanya melawan Annie Fernandez, Shnaider kini telah memenangkan empat pertemuan terakhir mereka. Ini merupakan kemenangan ketiganya atas petenis berkebangsaan Kanada pada musim ini, menyusul kemenangan di Adelaide (hard-court) dan Charleston (clay-court).
Bagi Annie Fernandez, kekalahan kali menjadi kekalahan kelima dalam 21 pertandingan terakhir yang ia lakoni. Dalam kurun waktu tersebut, ia sempat meraih gelar juara keenam dalam kariernya di Singapura serta menempati posisi runner up di Ningbo pekan lalu.
Artikel Tag: pan pacific open, leylah annie fernandez, diana shnaider
Published by Ligaolahraga.com at https://www.ligaolahraga.com/tenis/lumpuhkan-leylah-annie-fernandez-diana-shnaider-naik-podium-juara-di-tokyo























Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini