Alex De Minaur Khawatir Target Dan Impiannya Pudar Usai Kekalahan Terbaru

Alex De Minaur [image: Imago / PsNewz]
Berita Tenis: Alex de Minaur yang sangat terpukul yakin bahwa kekecewaan terbaru di Grand Slam disebabkan oleh dirinya sendiri dan tidak ada hubungannya dengan tim pelatihnya.
Petenis berkebangsaan Australia tersingkir dari Wimbledon musim 2026 dengan kalah tiga set langsung dari petenis berkebangsaan Italia, Flavio Cobolli, yang lolos ke perempatfinal kedua di London secara beruntun.
Petenis unggulan kelima kesulitan memanfaatkan peluangnya di sepanjang babak keempat. Di set kedua, ia unggul 5-2 sebelum kehilangan lima game berturut-turut. Kemudian di set ketiga, ia unggul dua kali sebelum kehilangan empat game berturut-turut.
“Ini menghancurkan saya dari dalam. Itulah kenyataannya,” aku de Minaur tentang ketidakmampuannya untuk memanfaatkan peluang di babak keempat Wimbledon.
“Banyak sekali waktu yang saya curahkan untuk mengasah kemampuan saya dan bermusim-musim lamanya untuk bisa meraih momen-momen seperti ini. Tidak mampu tampil maksimal sungguh menyakitkan. Ini sangat sulit.”
Meskipun memiliki rekor yang mengagumkan di Grand Slam dengan delapan kali mencapai perempatfinal, petenis peringkat 6 dunia bingung bagaimana ia bisa melangkah ke tahap selanjutnya. Itu adalah kali kelima berturut-turut ia kalah di Grand Slam, baik dengan memenangkan set pertama lalu kalah di tiga set berikutnya, atau kalah dengan tiga set langsung.
“Rasanya kekalahan terus datang. Tidak mudah untuk menerimanya,” tambah De Minaur tentang kekalahan menyakitkan seperti yang dialaminya melawan petenis unggulan kesembilan, Cobolli.
“Anda akan mengalami momen-momen dalam karier anda, saat-saat di mana anda merasa ada peluang yang bisa dimanfaatkan untuk mencapai level berikutnya dan menjadi versi diri anda yang lebih baik.”
“Anda mulai ragu apakah anda akan mampu menembus batasan dan melangkah ke tahap selanjutnya. Saya berada di posisi yang baik, tetapi kenyataan bahwa saya menginginkan lebih dan tidak mampu mencapai lebih, itu adalah perjuangan yang saya hadapi setiap hari.”
Meskipun sudah berusia 27 tahun, ia berisiko mencapai titik krisis dalam kariernya. Saat ini ia menghuni peringkat 6 dunia dengan mengantongi 11 gelar, salah satunya diraih awal musim ini di Rotterdam. Rotterdam Open juga merupakan turnamen terakhir di mana ia mengalahkan petenis peringkat 10 besar.
Terlepas dari kesuksesan tersebut, petenis berkebangsaan Australia mengakui kepercayaan dirinya mulai menurun dan kekalahannya di Wimbledon menambah keraguan tersebut.
“Tujuan, keyakinan, dan mimpi yang anda miliki, semuanya mulai memudar atau terasa sedikit lebih jauh daripada sebelumnya,” tutur De Minaur.
“Saya merasa beberapa musim lalu, saya jelas lebih dekat dengan impian itu. Sekarang rasanya saya semakin menjauh dari impian tersebut.”
Petenis berkebangsaan Australia tidak berniat meninggalkan tenis. Meskipun kekalahan terbarunya ‘sangat menyakitkan.’ Mengenai akar penyebab kekalahan yang memilukan tersebut, ia menolak anggapan bahwa hal tersebut terkait dengan timnya. Ia telah dilatih oleh Adolfo Gutierrez sejak kecil.
“Semuanya bermuara pada diri saya sendiri dan bagaimana saya menghadapi situasi tertentu,” ujar De Minaur.
“Kami berlatih sebelum turnamen dimulai dan masalahnya adalah memainkan pertandingan ini dan bermain seolah-olah saya memikul beban dunia di pundak saya. Itulah masalahnya. Itu membebani diri saya sendiri. Saya perlu mengatasinya dengan lebih baik, karena jika tidak, saya tidak akan mampu mencapai tujuan dan impian yang saya miliki.”
Artikel Tag: wimbledon, alex de minaur, flavio cobolli
Published by Ligaolahraga.com at https://www.ligaolahraga.com/tenis/alex-de-minaur-khawatir-target-dan-impiannya-pudar-usai-kekalahan-terbaru
























Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini